Manchester United tak Akan Bisa Dapatkan Jasa Luis Enrique, Ini Penyebabnya

Manchester United mengincar Luis Enrique tapi pelatih Spanyol itu dikabarkan menolak pindah ke Inggris. Ini dua alasan utama sang pelatih PSG menutup pintu ke O

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 07 Februari 2026, 18:46 WIB
Bendera sepak pojok berlogo Manchester United di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United kembali berada di fase transisi setelah melakukan pergantian pelatih di tengah musim. Klub berjuluk Setan Merah itu sekali lagi harus menata ulang arah setelah era Ruben Amorim berakhir lebih cepat dari rencana.

Keputusan berpisah dengan Amorim pada Desember lalu menegaskan betapa rapuhnya stabilitas di Old Trafford. Situasi ini memaksa manajemen bergerak cepat mencari sosok yang bisa membawa ketenangan sekaligus prestasi.

Michael Carrick kemudian ditunjuk sebagai pelatih sementara hingga akhir musim. Mantan gelandang United itu langsung memberi dampak positif dengan mengembalikan rasa percaya diri tim.

Tiga kemenangan beruntun di Premier League, termasuk kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham, membuat optimisme kembali tumbuh. Namun di balik performa itu, rumor tentang calon pelatih permanen terus berembus kencang.


Dua Alasan Luis Enrique Enggan Menerima Tawaran MU

Pelatih PSG, Luis Enrique, tampak kecewa setelah anak asuhnya dipecundangi Nice dengan skor 1-3 pada pekan ke-31 di Stadion Parc des Princes, Paris, Sabtu (26/4) dini hari WIB. (AP Photo/Thibault Camus)

Nama Luis Enrique sempat mencuat sebagai kandidat kuat untuk mengisi kursi panas Manchester United. Pelatih kepala PSG itu dinilai memiliki profil ideal untuk membangun ulang tim besar yang sedang limbung.

Namun laporan dari The Mirror menyebutkan bahwa Enrique sama sekali tidak tertarik dengan gagasan tersebut. Pelatih berusia 55 tahun itu dikabarkan telah menolak kesempatan untuk melatih Setan Merah mulai musim depan.

Alasan pertama berkaitan dengan masa depan PSG yang masih sangat menjanjikan. Enrique disebut lebih memilih memperpanjang kontraknya di Paris hingga musim panas 2030 setelah sukses besar bersama Les Parisiens.

Selain stabilitas proyek, faktor kompetisi Eropa juga menjadi pertimbangan serius. Enrique dikabarkan khawatir Manchester United tidak akan tampil di Liga Champions musim depan, sebuah turnamen yang menjadi prioritas utamanya setelah mempersembahkan gelar Liga Champions pertama PSG pada musim 2025/26.

Selain itu, Enrique juga dikabarkan lebih suka kembali ke kampung halamannya. Ia ingin kembali ke Barcelona jika masa baktinya di PSG selesai.


Radar MU Mengarah ke Nama-Nama Besar Lainnya

Thomas Tuchel kini menjadi pelatih timnas Inggris. Meski berhasil meraih trofi bersama Chelsea, beberapa kebijakan transfernya menuai kontroversi. Tuchel kerap melepas pemain Inggris yang akhirnya bersinar di klub lain.

Penolakan dari Luis Enrique membuat Manchester United harus memperluas radar pencarian. Meski Carrick tampil impresif sebagai pelatih sementara, manajemen belum sepenuhnya menutup opsi mendatangkan nama besar.

Jika Setan Merah berhasil mengamankan tiket Liga Champions musim ini, Carrick disebut bisa masuk dalam persaingan pelatih permanen. Performanya sejauh ini dinilai mampu menghadirkan stabilitas yang lama hilang di ruang ganti.

Di sisi lain, United juga mempertimbangkan opsi pelatih berpengalaman di level tertinggi. Nama Thomas Tuchel dan Carlo Ancelotti masuk dalam daftar pertimbangan sebagai figur yang dinilai siap menangani tekanan besar di Old Trafford.

Tuchel sendiri saat ini menangani timnas Inggris dan berpotensi meninggalkan jabatannya setelah Piala Dunia musim panas ini, terlepas dari hasil yang diraih Three Lions. Situasi tersebut membuat Manchester United masih harus bersabar sebelum menentukan arah final proyek kepelatihan mereka.

(Mirror)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya