Prabowo Dorong Pembentukan Badan Pengelola Dana Umat, Target Rp 500 Triliun per Tahun

Presiden Prabowo Subianto mewacakan untuk membentuk badan pengelola dana umat.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 07 Februari 2026, 14:10 WIB
Presiden Prabowo beri taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mewacakan untuk membentuk badan pengelola dana umat yang mampu menghimpun uang hingga triliunan rupiah.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan pengukuhan pengurus MUI masa khidmat 2025-2030.

"Kalau tidak salah nanti akan dibentuk lembaga pengelolaan dana umat, saya diberi laporan oleh Menteri Agama, kalau dana umat semua dikelola dengan baik itu bisa jumlahnya itu minimal Rp 500 triliun satu tahun," kata Prabowo saat berpidato di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Prabowo optimis, hal itu dapat terwujud saat ulama dan umaroh bersatu. Dengan begitu, Indonesia mampu bangkit menjadi bangsa yang besar.

"Ulama dan umaro bersatu, maka kita akan melihat kebangkitan bangsa Indonesia!," yakin dia.

Sebagai penutup, menyongsong bulan sudi Ramadan yang akan hadir pekan depan, Prabowo mendoakan agar seluruh umat diberikan perdamaian dan perlindungan, serta penguatan agar mereka yang masih tertimpa musibah dapat segera bangkit.

"Sebentar lagi kita akan masuk bulan suci Ramadan, mari kita terus bersatu, mari kita bertekad, kita berdoa selalu bangsa kita berada dalam perlindungan Allah SWT agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan dan bencana, kita selesaikan semua perbedaan dengan baik dengan musyawarah mufakat," Prabowo menandasi.

Beri Penghormatan ke MUI

Sebelumnya, Prabowo menegaskan peran strategis Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai pilar penting dalam menjaga stabilitas, ketenangan, dan toleransi kehidupan berbangsa.

Hal itu disampaikan saat memberikan pidato pada acara pelantikan pengurus MUI masa khidmat 2025–2030.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan tinggi terhadap kontribusi MUI yang dinilai selalu hadir di garis depan ketika bangsa menghadapi situasi sulit. Ia mencontohkan peran cepat MUI dalam merespons bencana yang melanda sejumlah daerah.

"MUI tidak pernah tidak hadir setiap bangsa mengalami kesulitan. Baru-baru saja kita melihat MUI tampil dari sejak hari-hari pertama bencana di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan juga di beberapa provinsi lain. MUI tidak pernah absen dari saat-saat negara sulit,” kata Prabowo saat berpidato di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya