Kokohnya Pertahanan AC Milan Musim 2025/2026

Lini belakang AC Milan tampil jauh lebih solid di Serie A 2025/2026. Rossoneri kini jadi salah satu tim dengan kebobolan paling sedikit

oleh Asad ArifinDiterbitkan 06 Februari 2026, 23:12 WIB
Bek AC Milan asal Jerman Malick Thiaw (kiri) dan gelandang Inter Milan asal Italia Davide Frattesi melompat untuk merebut bola selama pertandingan sepak bola semifinal leg kedua Coppa Italia antara Inter Milan dan AC Milan di stadion San Siro di Milan pada tanggal 23 April 2025.Piero CRUCIATTI / AFP

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan perlahan menemukan kembali identitasnya pada musim 2025/2026. Jika musim lalu Rossoneri kerap goyah, musim ini fondasi permainan mereka justru terlihat jauh lebih kokoh, terutama di sektor pertahanan.

Hingga pekan ke-23 Serie A, Milan tercatat sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit ketiga. Rossoneri baru kemasukan 17 gol, hanya kalah dari AS Roma (14) dan Como (16).

Catatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa ada perubahan nyata di tubuh Milan. Perubahan itu tidak hanya soal angka, tetapi juga soal stabilitas, kejelasan peran, dan konsistensi permainan.

Dibanding musim lalu yang penuh turbulensi, Milan kini tampil lebih dewasa. Lini belakang menjadi simbol utama dari kemajuan itu, sekaligus fondasi penting bagi ambisi mereka di Serie A dan Eropa.


Pertahanan yang Lebih Rapi dan Terstruktur

Youssouf Fofana berebut bola dengan Lloyd Kelly di laga Juventus vs AC Milan di pekan ke enam Serie A 2025/2026 di Allianz Stadium, Senin (06/10/2025). (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Musim lalu, AC Milan kerap kehilangan keseimbangan. Masalah di dalam dan luar lapangan membuat organisasi permainan, khususnya di lini belakang, sering kali rapuh dan mudah ditembus.

Dalam 12 bulan terakhir, situasinya berubah drastis. Milan kini tampil dengan struktur bertahan yang lebih jelas, jarak antarlini lebih rapat, serta koordinasi yang jauh lebih baik antar pemain belakang.

Secara statistik, perbedaannya sangat terasa. Pada fase yang sama musim lalu, Milan sudah kebobolan 23 gol. Musim ini, angka itu turun menjadi 17 gol, sebuah lompatan signifikan.

Penurunan jumlah kebobolan tersebut mencerminkan peningkatan kolektif, bukan sekadar performa individu. Milan lebih disiplin, lebih sabar, dan tidak lagi mudah terpancing keluar dari bentuk permainan.


Fondasi Baru di Bawah Arahan Pelatih

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, memberikan instruksi kepada Alexis Saelemaekers saat laga Serie A melawan Cremonese di Stadion San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 23 Agustus 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Di bawah kepemimpinan pelatih asal Italia, AC Milan kembali ke prinsip dasar sepak bola: pertahanan sebagai pondasi. Pendekatan ini sederhana, tetapi memberikan kejelasan yang sempat hilang musim lalu.

Setiap pemain kini memahami perannya dalam fase bertahan. Garis pertahanan lebih terorganisasi, pressing dilakukan dengan timing yang tepat, dan transisi bertahan berjalan lebih cepat.

Kejelasan ide menjadi pembeda utama. Musim lalu, Milan sudah menggunakan pelatih kedua dalam satu musim dan retakan mulai terlihat. Kini, arah permainan lebih konsisten dan stabil.

Hasilnya mulai terlihat di klasemen dan performa tim. Liga Champions bukan lagi mimpi yang jauh, sementara Scudetto perlahan kembali masuk dalam radar.

Sumber: SempreMilan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya