2 Alasan Luis Enrique Menolak jadi Pelatih Manchester United

Luis Enrique dikabarkan menolak melatih Manchester United. Pelatih PSG itu punya dua alasan utama dan lebih memilih bertahan di Paris hingga 2030.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 06 Februari 2026, 22:32 WIB
Pelatih PSG, Luis Enrique saat penyerahan trofi Liga Champions 2024/2025 setelah timnya berhasil mengalahkan Inter Milan dalam laga final yang berlangsung di Allianz Arena, Munchen, Jerman, Minggu (01/06/2025) dini hari WIB. (AFP/Odd Andersen)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United kembali menghadapi jalan terjal dalam upaya mencari manajer permanen. Nama besar yang masuk radar, Luis Enrique, justru dikabarkan condong menutup pintu bagi Setan Merah.

Pelatih asal Spanyol itu saat ini masih menangani Paris Saint Germain dan berada dalam posisi yang sangat kuat. Kesuksesan membawa PSG menjuarai Liga Champions musim lalu membuat posisinya semakin tak tergoyahkan.

Manchester United disebut telah menjadikan Enrique sebagai salah satu target utama. Bahkan, muncul klaim bahwa perwakilan klub sudah terbang ke Paris untuk membuka komunikasi awal.

Namun, laporan terbaru menyebut Enrique justru lebih memilih bertahan di PSG. Keputusan itu bukan tanpa alasan dan diyakini didasari dua pertimbangan krusial dalam karier kepelatihannya.


Proyek Manchester United Dinilai Tidak Ideal

Ekspresi pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, saat laga melawan Barcelona pada lanjutan Liga Champions 2025/2026 di Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Kamis (2/10/2025) dini hari WIB. (Josep Lago/AFP) AFPForum

Luis Enrique dikabarkan menilai Manchester United bukan proyek yang tepat untuknya saat ini. Kondisi klub yang masih belum stabil menjadi salah satu faktor utama.

United berpotensi gagal tampil di Liga Champions musim depan. Situasi tersebut membuat Enrique ragu, mengingat ia terbiasa bekerja di lingkungan dengan standar kompetitif tertinggi Eropa.

Sebagai pelatih yang telah mencicipi kesuksesan besar, Enrique dikenal selektif dalam memilih proyek. Ia menginginkan fondasi kuat, visi jangka panjang yang jelas, dan peluang bersaing di level elite.

Dengan tekanan besar, ekspektasi tinggi, dan ketidakpastian arah klub, tawaran Manchester United dinilai belum sejalan dengan kebutuhan profesional Enrique di fase kariernya saat ini.


Lebih Memilih PSG dan Hubungan Erat dengan Luis Campos

Pelatih PSG, Luis Enrique, mengangkat trofi Piala Super UEFA setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di Udine, Italia, Kamis, 14 Agustus 2025. (AP Photo/Darko Bandic)

Alasan kedua adalah kenyamanan dan stabilitas di Paris Saint Germain. Kontrak Enrique saat ini masih berlaku hingga akhir musim 2026-2027, dan pembicaraan kontrak baru sudah berjalan.

Ia disebut telah berdiskusi intens dengan direktur olahraga PSG, Luis Campos. Hubungan kerja keduanya sangat solid, terlebih Campos juga baru saja memperpanjang masa baktinya.

PSG bahkan siap mengikat Enrique hingga 2030. Tawaran ini memberikan jaminan stabilitas, dukungan penuh, serta ambisi berkelanjutan di level Eropa.

Kabar ini jelas menjadi pukulan bagi Sir Jim Ratcliffe dan keluarga Glazer. Enrique adalah figur ideal di mata mereka, namun untuk saat ini, Manchester United tampaknya harus kembali melanjutkan pencarian sosok lain yang siap memimpin era baru di Old Trafford.

Sumber: Mirror

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya