Liputan6.com, Jakarta - Satu keluarga terdiri dari ibu dan dua anaknya di Warakas, Jakarta Utara, tewas diracun menggunakan racun tikus. Pelaku adalah anak korban lainnya yang saat kejadian juga ditemukan lemas di kamar mandi.
Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain karena ada indikasi keracunan.
Advertisement
"Tidak didapatkan tanda-tanda kekerasan fisik," kata Dokter forensik RS Polri Sukanto, dr Mardika, kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
Kondisi Korban Mengenaskan
Polisi mengungkap hasil forensik yang dilakukan pada tiga korban. Kondisinya tubuh korban mengalami perubahan serius dan mengenaskan. Salah satunya, pada bagian otak para korban ada tanda pembusukan.
Tak hanya itu, paru-paru korban juga mengalami pendarahan. Sementara di bagian lambung, ditemukan perubahan warna dengan bagian tertentu berwarna merah muda.
Saat lambung dibuka, petugas mendapati cairan berwarna kecoklatan disertai bau sangat menyengat. Kondisi tersebut menguatkan dugaan adanya zat asing yakni zinc phosphate yang masuk ke tubuh korban sebelum meninggal.
Tim forensik kemudian mengambil sampel organ dalam untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium, khususnya bagian toksikologi. Sampel tersebut dikirim untuk memastikan jenis zat yang masuk ke tubuh korban.
Berdasarkan keseluruhan hasil pemeriksaan, dr Mardika menyimpulkan ketiga korban meninggal akibat senyawa kimia beracun yang masuk ke tubuh dalam jumlah melebihi batas toleransi.
"Sehingga dari kesimpulan pemeriksaan tiga jenazah tersebut, didapatkan sebuah kematian akibat senyawa kimia, atau zat yang tidak lazim masuk ke dalam tubuh, yang melebihi batas toleransi dalam tubuh dan korban tersebut mati lemas," ucap dia.
Detik-Detik Pelaku Tega Racuni Ibu dan 2 Saudaranya
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menjelaskan peristiwa memilukan itu terjadi saat para korban sedang tidur. Racun itu dibelinya di sebuah warung.
"Kemudian dia kembali ke rumahnya mencampurkan zat tersebut dalam panci yang di situ sudah ada rebusan tehnya," kata Onkoseno kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
Rebusan teh bercampur racun itu kemudian dituangkan ke dalam cangkir. Dari cangkir tersebut, cairan beracun disuapkan langsung ke mulut para korban saat mereka sedang tidur.
"Kemudian rebusan ini dimasukkan lagi ke dalam sebuah cangkir. Kemudian dari cangkir disuapi ke mulut ke para korban ketika korban terlelap tidur. Kemudian korban meninggal dunia," ucap dia.
Dia mengatakan, penyidik menemukan ada dua tahapan dalam aksi tersebut. Pada tahap pertama, korban dibuat pingsan dengan metode tertentu.
Setelah memastikan korban tidak sadarkan diri namun belum meninggal, tersangka kembali menyendokkan racun ke dalam mulut korban.
"Ada 2 proses yang dilakukan pelaku. Pertama, korban dibuat pingsan dengan metode tertentu. Kemudian proses kedua setelah memastikan korban pingsan namun belum MD, dia menyendokkan racun lagi ke dalam mulut korban," ucap dia.