AC Milan Dinilai Sulit Kejar Inter dalam Perburuan Scudetto, Apa Penyebabnya?

Massimo Ambrosini menilai AC Milan tak punya urgensi seperti Inter. Ia pesimistis Rossoneri bisa menyalip rival sekota dalam perburuan Scudetto.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 06 Februari 2026, 13:40 WIB
AC Milan meraih kemenangan 3-0 atas Hellas Verona pada laga pekan ke-17 Serie A di San Siro, Minggu (28/12/2025) malam WIB. Dua dari tiga gol Milan disumbangkan Christopher Nkunku. (AFP/Piero CRUCIATTI)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan masih berusaha menjaga asa dalam perburuan gelar Serie A musim ini. Rossoneri memang belum benar-benar keluar dari jalur juara, tetapi jarak poin yang ada membuat situasinya jauh dari ideal.

Penampilan Milan sepanjang kompetisi berjalan belum sepenuhnya konsisten. Mereka mampu tampil meyakinkan di beberapa laga besar, namun justru sering kehilangan poin pada pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan.

Kondisi itu membuat Milan tertinggal lima poin dari puncak klasemen. Selisih tersebut menjadi beban tersendiri, terlebih musim semakin mendekati fase penentuan.

Di tengah situasi tersebut, pandangan skeptis datang dari mantan kapten Milan, Massimo Ambrosini. Ia menilai langkah Rossoneri untuk mengejar Scudetto kini terasa semakin berat, terutama jika dibandingkan dengan rival sekota mereka, Inter Milan.


Ambrosini: Milan Tak Punya Urgensi Seperti Inter

Bek AC Milan asal Jerman Malick Thiaw (kiri) dan gelandang Inter Milan asal Italia Davide Frattesi melompat untuk merebut bola selama pertandingan sepak bola semifinal leg kedua Coppa Italia antara Inter Milan dan AC Milan di stadion San Siro di Milan pada tanggal 23 April 2025.Piero CRUCIATTI / AFP

Massimo Ambrosini menilai perbedaan mentalitas menjadi faktor penting dalam persaingan gelar musim ini. Menurutnya, Milan tidak memiliki urgensi yang sama besarnya dengan Inter dalam upaya meraih kemenangan demi kemenangan.

Ia juga menyoroti bagaimana Inter berada dalam posisi yang jauh lebih menentukan. Jika Nerazzurri mampu meraih kemenangan pada Derby della Madonnina nanti, peluang mereka untuk mengamankan Scudetto akan semakin terbuka lebar.

Ambrosini menilai situasi itu membuat posisi Milan berada di bawah tekanan tersendiri. Kemenangan Inter bisa menjadi penanda akhir persaingan, sementara kemenangan Milan hanya akan memperketat jarak tanpa memberi jaminan mutlak.

“Saya pikir Milan tidak memiliki urgensi untuk memenangkan kompetisi, seperti yang dimiliki Inter. Ini bisa menjadi keuntungan. Tentu saja, itu tergantung pada berapa banyak poin yang Anda dapatkan.Tetapi tidak diragukan lagi bahwa jika mereka sampai dengan poin yang kurang lebih sama [pada derby], kemenangan Inter jelas akan menandai akhir, kemenangan Milan pasti akan membawa tim lain lebih dekat, jika Anda melihatnya dari sudut pandang ini," ujarnya, seperti dilansir oleh SempreMilan.


Sisi Positif Bermain Tanpa Urgensi

Para pemain AC Milan merayakan gol ke gawang Torino pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Sabtu (9/1/2021). AC Milan menang dengan skor 2-0. (AP Photo/Antonio Calanni)

Meski terdengar pesimistis, Ambrosini tidak sepenuhnya menutup peluang Milan. Ia justru melihat ada sisi positif dari kondisi di mana Rossoneri tidak dibebani keharusan mutlak untuk menang di setiap laga.

Menurutnya, bermain tanpa urgensi berlebihan bisa membuat pemain tampil lebih lepas. Kondisi mental yang lebih ringan berpotensi membantu Milan menunjukkan performa terbaik mereka di sisa musim.

“Namun menurut saya, ini adalah kesempatan yang sensasional. Saya ulangi, bagi Milan, sikap tidak terburu-buru untuk menang ini membuat Anda memasuki lapangan dengan lebih ringan, bahkan jika Anda memiliki target minimal, yang sekarang tujuh poin, Anda akan merasa lebih ringan dan tenang.”

(SempreMilan)


Klasemen Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya