IHSG Dibayangi Laporan Moody's, Berpeluang Sentuh Level Segini

Berikut prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rekomendasi saham pada perdagangan saham Jumat, (6/2/2026) usai laporan Moody's.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 06 Februari 2026, 08:51 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi koreksi pada perdagangan saham Jumat, (6/2/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi koreksi pada perdagangan saham Jumat, (6/2/2025). Potensi koreksi IHSG hari ini seiring Moody’s mempertahankan peringkat Indonesia di Baa2 tetapi outlook menjadi negatif dari stabil.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG melemah 0,53% dan disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 355 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual asing yakni ANTM, MDKA, BRIS, BBNI dan BRPT.

“IHSG berpotensi untuk melemah kembali hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.

Ia menuturkan, koreksi IHSG juga didorong langkah Moody’s yang mempertahankan peringkat Indonesia tetapi menurunkan outlook menjadi negatif dari stabil.

Fanny menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.900-8.030 dan level resistance 8.150-8.200.

Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata menuturkan, investor dapat wait and see penghujung pekan ini sambil menanti stabilisasi pasar. IHSG akan berada di level support 8.000-7.950 dan level resistance 7.800-7.700.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, ia memilih saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Trading Idea hari ini: TLKM, EXCL, ISAT, JPFA, CPIN, dan INDF

  • TLKM Buy on Weakness dengan area beli di 3200-3240, cutloss di bawah 3150. Target dekat di 3320-3400.
  • EXCL Buy on Weakness dengan area beli di 2820-2900, cutloss di bawah 2780. Target dekat di 3060-3100.
  • ISAT Spec Buy dengan area beli di 2090-2110, cutloss di bawah 2060. Target dekat di 2160-2200.
  • JPFA Buy on Weakness dengan area beli di 2460-2530, cutloss di bawah 2450. Target dekat di 2650-2720.
  • CPIN Buy on Weakness dengan area beli di 4450-4500, cutloss di bawah 4430. Target dekat di 4560-4620.
  • INDF Buy on Weakness dengan area beli di 6925-6950, cutloss di bawah 6825. Target dekat di 7100-7200.      

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 5 Februari 2026

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham sesi kedua, Kamis (5/2/2026). Koreksi IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham melemah dan pengumuman pertumbuhan ekonomi.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini merosot 0,53% ke posisi 8.103,87. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,41% ke posisi 829,35. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG masih relatif volatile dengan penguatan cenderung terbatas dan masih rawan koreksi. Namun, pergerakan bursa saham global dan rupiah melemah terhadap dolar AS membayangi IHSG.

“Dari sisi sentimen, meskipun rilis GDP kuartal IV 2025 menguat ke 5,3%, tetapi pergerakan market global cenderung melemah demikian pula dengan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 yang mencapai 5,11%, Herditya mengatakan, pertumbuhan 2025 masih berada di atas level sebelumnya. Pada 2024, ekonomi Indonesia tumbuh 5,03%. “ Ke depan diharapkan terdapat perkembangan pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP).” Kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sektor Saham

Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.214,46 dan terendah 8.102,78. Sebanyak 349 saham melemah sehingga menekan IHSG. 299 saham menguat dan 172 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.549.194 kali dengan volume perdagangan 36 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 16.825.

Mayoritas sektor saham melemah kecuali sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,79%. Sementara itu, sektor saham industri terpangkas 1,35%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham infrastruktur merosot 1,23%, sektor saham energi turun 1,20%. Lalu sektor saham basic melemah 0,87%, sektor saham siklikal susut 0,99%.

Selanjutnya sektor saham kesehatan turun 0,78%, sektor saham keuangan melemah 0,115, sektor saham properti merosot 0,84%, sektor saham teknologi terperosok 1,19%, sektor saham transportasi melemah 0,18%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya