Sudah Saatnya Cesc Fabregas Pulang ke Chelsea Sebagai Pelatih?

Eden Hazard berharap Cesc Fabregas kembali ke Chelsea sebagai pelatih. Dari nostalgia The Blues hingga pujian untuk Kenan Yildiz dan Real Madrid.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 05 Februari 2026, 21:15 WIB
Pelatih Como Cesc Fabregas. (Josep LAGO / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Eden Hazard kembali mencuri perhatian publik sepak bola Eropa, kali ini bukan karena aksi di lapangan. Mantan bintang Chelsea itu secara terbuka menyuarakan harapannya agar Cesc Fabregas kembali ke Stamford Bridge.

Permintaan tersebut bukan sekadar nostalgia. Hazard menilai Fabregas telah memasuki fase karier yang tepat untuk kembali ke Chelsea, bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih kepala.

Nama Fabregas kini memang tengah naik daun. Setelah pensiun, eks gelandang timnas Spanyol itu membangun reputasi sebagai pelatih bersama Como di Serie A dengan hasil yang menjanjikan.

Dalam wawancara bersama La Gazzetta dello Sport, Hazard berbicara luas, mulai dari Chelsea, Fabregas, hingga talenta muda Juventus, Kenan Yildiz, dengan sudut pandang tajam khas mantan pemain elite.


Hazard dan Mimpi Fabregas Kembali ke Stamford Bridge

2. Cesc Fabregas, Daily Mail melaporkan jika gelandang Chelsea ini semakin dekat dengan Juventus. Si Nyonya Tua menjadikan mantan kapten Arsenal ini sebagai solusi setelah kehilangan Paul Pogba dan gagal menggaet Nemanja Matic. (AFP/Ben Stansall)

Mantan bintang Chelsea, Eden Hazard, mengakui bahwa ia pernah mengatakan kepada mantan rekan setimnya di Chelsea, Cesc Fabregas, bahwa ‘sudah saatnya’ ia kembali ke Stamford Bridge, sementara striker Juventus, Kenan Yildiz, akan cocok untuk Real Madrid.

Hazard menyampaikan pernyataan itu di sela kunjungannya ke Italia. Ia berada di sana untuk mempresentasikan anggur dengan label ‘Wine of the Champions’, merek yang dikembangkan bersama pengusaha Italia, Fabio Cordella.

Selama wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport, Hazard berbicara tentang Fabregas yang kini menukangi Como. Ia tak menutupi kekagumannya terhadap perkembangan karier kepelatihan mantan playmaker Spanyol tersebut.

“Sejujurnya, di musim panas kami sedikit berbicara. Saya mengatakan kepadanya bahwa dia adalah salah satu gelandang terbaik dalam sejarah dan bahwa dia ditakdirkan untuk menjadi salah satu pelatih terbaik juga,” kata Hazard.


Chelsea, Como, dan Keyakinan Hazard

Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

“Saya menjelaskan kepadanya bahwa sudah saatnya dia kembali ke Chelsea, dan dia bercanda tentang itu, tetapi saya benar-benar percaya. Dia mencintai sepak bola dan tahu segalanya tentang tempat ini," ucap Hazard.

Pernyataan Hazard mencerminkan keyakinan personal, bukan sekadar opini kosong. Ia melihat Fabregas sebagai figur yang memahami DNA Chelsea, baik dari ruang ganti maupun dari sisi teknis permainan.

"Saya penggemar Chelsea, dan saya menginginkan yang terbaik untuk klub. Itulah mengapa saya bermimpi melihat Cesc duduk di bangku cadangan mereka, sementara saya akan tetap berada di tribun di belakangnya, menikmati pertunjukan."

Keyakinan itu diperkuat oleh kinerja Fabregas di Italia. Di musim Serie A keduanya bersama Como, klub tersebut tampil solid dan mengejutkan banyak pihak dengan bertengger di peringkat keenam, hanya empat poin dari zona Liga Champions.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya