Anggota DPR Abdul Azis Minta BNPB BNPB Percepat Pembangunan Huntara bagi Korban Bencana

Anggota DPR Komisi VIII Muhamad Abdul Azis Sefudin dorong pemerintah melalui BNPB untuk mempercepat pembangunan hunian sementara korban bencana.

oleh Tim NewsDiterbitkan 05 Februari 2026, 09:35 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPR Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan Muhamad Abdul Azis Sefudin mendesak pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) serta penyaluran dana tunggu bagi korban bencana.

Percepatan tersebut dinilai Azis mendesak mengingat waktu menuju bulan suci semakin dekat dan kebutuhan dasar warga belum sepenuhnya terpenuhi.

"Tolong dipercepat pembangunan rumah. Tadi juga disampaikan oleh Kepala BNPB bahwa bangunan rumah di huntara dan dana tunggu harus segera diselesaikan," ujar Azis, melalui keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

"Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Saya berharap masyarakat bisa tenang dan menjalankan ibadah puasa dengan baik," sambung dia.

Selain hunian dan bantuan dasar, politisi muda PDI Perjuangan ini juga mendorong agar pemerintah segera menyiapkan fasilitas pendukung lainnya, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Azis mengingatkan, pada momen tersebut, perhatian dan aktivitas masyarakat akan meningkat, sehingga kesiapan fasilitas menjadi sangat penting.

"Fasilitas-fasilitas lainnya juga harus segera disiapkan karena menyangkut Hari Raya Idulfitri. Pasti umat Muslim akan memberikan banyak atensi," pungkas Azis.

 

Kata BNPB

Masuk Tahap Pemulihan, Pembangunan Huntara di Sumbar Terus Dilanjutkan

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan pembangunan huntara bagi korban bencana alam akan segera diselesaikan. Ia menyebut percepatan pembangunan huntara menjadi fokus utama BNPB, khususnya untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera.

"Kami pastikan Pak Azis, ini menjadi tantangan kami terkait pembangunan huntara. Huntara menjadi tugas kami di bencana Sumatera. Saat ini masih ada sekitar 11 ribu unit yang harus kami bangun, tetapi pada dasarnya bukan belum dibangun, melainkan rata-rata sudah dalam proses dan hampir selesai," kata Suharyanto.

Ia menargetkan seluruh masyarakat yang masih harus tinggal di huntara sudah dapat menempati hunian tersebut sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

"Target kami menjelang munggah puasa tanggal 18 Februari seluruh masyarakat yang harus tinggal di huntara sudah pindah. Harapan kami, khususnya masyarakat di Aceh, sebelum puasa sudah menempati huntara," jelas Suharyanto.

Infografis: Waspada Bencana Hidrometeorologi (Liputan6.com / Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya