Pesan Givina Lukita Jika Ketemu Diri Sendiri di 2017: Keraguan Tak Akan Membawamu ke Mana-Mana

Givina Lukita menyimpan pesan khusus andai punya kesempatan bertemu diri sendiri versi tahun 2017. Ini soal keberanian dan memupus ragu dalam diri.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 05 Februari 2026, 13:00 WIB
Givina Lukita menyimpan pesan khusus andai punya kesempatan bertemu diri sendiri versi tahun 2017. Ini soal keberanian dan memupus ragu dalam diri.

Liputan6.com, Jakarta - Kamis, 5 Februari 2026, Givina Lukita merilis film terbaru, Balas Budi. Dalam film karya sineas Reka Wijaya ini, ia sebagai Uli, salah satu korban Budi, pelaku love scamming. Givina Lukita beradu akting dengan Yoshi Sudarso, Michelle Ziudith, Gisel, hingga Niken Anjani.

Balas Budi menandai 9 tahun Givina Lukita berkiprah di dunia seni. Sejenak, ia menoleh ke belakang untuk menapaki perjalanan karier di dunia seni peran. Givina Lukita mengenang, kariernya dimulai pada 2017 saat menembus 15 besar ajang kecantikan Miss Indonesia.

Setahun kemudian, ia syuting webseries. Miss Indonesia membuka pintu peluang bertemu sejumlah pihak dari rumah produksi. Salah satunya, sutradara serial Cinta dan Rahasia, Dyan Sunu Prastowo yang bisa “membaca” bakat akting Givina Lukita.

“Mas Dyan Sunu Prastowo yang pertama melihat potensiku,” katanya. “Dulu dia punya rumah produksi bareng temannya, punya manajer kasting dan rencananya mau bikin agensi sendiri. Di situ aku bertemu Taskya Namya dan kawan-kawan,” Givina Lukita menyambung.

Debutnya dilayar lebar ditandai dengan Kadet 1947 pada 2021. Kini lebih dari 15 film telah dibintangi Givina Lukita termasuk Sewu Dino yang mendulang lebih dari 4,8 juta penonton. Akhir 2025, ia tampil dalam Janur Ireng yang menjaring 1 jutaan penonton.

Februari 2026, Givina Lukita kembali dengan Balas Budi yang bergenre drama komedi. Ia bersyukur bisa menjajal beragam genre dan peran di layar lebar. Proses selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil manis.


Berani Saja

Givina Lukita

Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini, Givina Lukita rupanya menyimpan pesan khusus andai punya kesempatan bertemu dirinya sendiri versi tahun 2017. Ini soal keberanian.

“Berani saja. Enggak usah banyak takut, enggak usah banyak cingcong. Aku baru bisa melawan rasa takut justru di umur 22 atau 23 tahun. Zaman sekolah dan kuliah, aku sering meragukan diri sendiri. Itu ternyata tidak membawa aku ke mana-mana,” akunya.  

 


Ternyata dengan Berani

Givina Lukita

“Ternyata dengan berani, itu bisa mengubah hidup lo dan orang lain. Kalau pun salah enggak apa-apa (belajar lagi). Mungkin karena aku anak bungsu, cewek satu-satunya sementara abang-abang aku istilahnya badung-badung,” Givina Lukita membeberkan.

Sebagai satu-satunya anak perempuan, Givina Lukita diharapkan menjadi putri yang manis, penurut, dan sukses. Ini rupanya, jadi beban mental. Givina Lukita waswas jika bikin “gebrakan” dalam hidup, akan ada risiko yang mengintai.


Dijaga dan Diharapkan

Givina Lukita

Kalau risikonya bagus dan positif, tak masalah. Kalau risikonya buruk, Givina Lukita ragu apakah ia siap menanggung dan sanggup memperbaiki keadaan. Padahal, bakat dan potensinya besar.

“Sedangkan aku seperti anak wanita yang dijaga dan diharapkan. Sudah, kamu yang aman-aman saja. Itu menjadi fondasi aku untuk takut melangkah dan mencoba hal baru,” Givina Lukita mengakhiri.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya