Pramono Harap MRT Kembangan–Balaraja Mulai Dibangun 1–2 Tahun ke Depan

Keinginan Pramono ini setelah diteken MoU antara PT MRT Jakarta dan para pengembang (developer) kawasan.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 04 Februari 2026, 17:59 WIB
Pramono bicara rencana pembangunan MRT Kembangan–Balaraja (Foto: Winda Nelfira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berharap pembangunan fisik MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 rute Kembangan–Balaraja bisa dimulai dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan. Pernyataan ini disampaikan Pramono menyusul telah ditekennya nota kesepahaman (MoU) pengembangan proyek MRT lintas Jakarta–Banten tersebut di Balai Kota DKI Jakarta, pada Kamis (4/2/2026).

"Saya menaruh harapan, mudah-mudahan 1–2 tahun ke depan sudah bisa dimulai pembangunannya. Kalau itu bisa dilakukan. Saudara-saudara sekalian, akan sangat baik bagi Jakarta sendiri, bagi Banten, dan tentunya bagi transportasi yang ada di Indonesia," kata Pramono.

MoU diteken oleh PT MRT Jakarta dan para pengembang (developer) kawasan. Dengan ditekennya MoU ini, kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Banten dalam hal pengembangan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 Kembangan–Balaraja dimulai.

“Hari ini kita mencatat sejarah penting, kerja sama antara Pemerintah Banten dan Pemerintah Jakarta untuk pengembangan MRT. Dan kita melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman MRT Lintas Timur-Barat Fase 2, yaitu trase untuk Kembangan–Balaraja,” jelas Pramono.

 

Keterlibatan Pengembang

Rangkaian kereta MRT melintas di kawasan Blok M, Jakarta, Rabu (10/3/2021). Kementerian Perhubungan berencana akan membangun MRT dan light rail transit (LRT) di lima kota yakni Bali, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar yang didanai lewat skema dana abadi Indonesia. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menurut dia, keterlibatan para pengembang menjadi faktor penting untuk mempermudah pengembangan MRT, terutama dalam pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD).

"Ini akan memudahkan bagi MRT untuk mengembangkan. Yang pertama, pengembangan TOD-nya enggak perlu dipikirin lagi, pasti akan dilakukan bersama-sama oleh pengembang," katanya.

Selain TOD, Pramono menyebut kerja sama ini juga membuka peluang pembiayaan yang saling menguntungkan antara pemerintah daerah, pengembang, dan operator MRT.

“Ini semacam simbiosis mutualisme, saling menguntungkan antara Pemerintah Jakarta, Pemerintah Banten, Pengembang, dan MRT sendiri dalam hal pembiayaan dan sebagainya,” ujarnya.

Pramono bilang, Pemprov DKI Jakarta akan mengadopsi pengalaman pengembangan MRT Utara–Selatan, termasuk kerja sama dengan institusi internasional dan Kementerian Keuangan, untuk mempersiapkan proyek MRT Lintas Timur–Barat Fase 2.

"Maka untuk itu, nanti pengalaman Jakarta mengembangkan MRT Utara-Selatan, bekerja sama dengan beberapa institusi internasional dan juga Kementerian Keuangan, akan kami lakukan yang sama untuk mengembangkan Fase 2 Kembangan–Balaraja yang akan segera kita persiapkan, kita matangkan termasuk studinya," kata Pramono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya