Liputan6.com, Jakarta - Wika atau PT Wijaya Karya (Persero) Tbk terus berkomitmen dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis nasional melalui proyek Pembangunan Jaringan Interkoneksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sepaku.
Hingga saat ini, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 86% dan akan tetap berjalan sesuai dengan target penyelesaian pada Maret 2026 mendatang.
Advertisement
Berdasarkan laporan Antara, beberapa progress pengerjaan dalam proyek ini diantaranya, pemasangan pipa yang telah mencapai 96%, pembangunan bangunan reservoir berkapasitas 2.000 m(3) sebesar 75%, serta kontruksi jembatan sepanjang 100 meter yang telah mencapai 95%. Capaian tersebut menjadi cerminan konsistensi WIKA dalam menjaga kinerja proyek on track tetap efisien dari sisi mutu, waktu, dan anggaran.
Dalam pelaksanaanya, WIKA juga menerapkan tekonologi inovatif melalui Building Information Modeling (BIM) guna mengoptimalkan manajemen waste material pipa.
Lewat pemanfaatan BIM, tingkat waste berhasil ditekan dari batas toleransi awal 3,0% menjadi 1,9% pada tahap perencanaan, dan 1,2% saat tahap pelaksanaan. Pendekatan ini tidak hanya membantu pengendalian material secara efisien, tetapi juga memperkuat efektivitas pengelolaan proyek di lapangan.
Proyek Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku sendiri menjadi salah satu tulang punggung utama dalam sistem air minum regional di Sepaku dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dengan jaringan transmisi berkapasitas besar, proyek ini dirancang untuk menjamin pasokan air baku yang andal, berkelanjutan, dan berkualitas serta membantu mengurangi ketergantungan pada sumber air lokal yang sering rentan terhadap perubahan musiman dan tekanan lingkungan. Penguatan infrastruktur air menjadi fondasi penting dalam konteks ketanahan air (water security) bagi IKN.
Peran Strategis IPA Sepaku dalam Ketahanan Air IKN
Pendekatan pembangunan ini sejalan dengan tujuan Asta Cita ke-3, yang mendorong pemerataan pembangunan, khususnya penyediaan infrastruktur dasar strategis di luar Pulau Jawa, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses air bersih yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan, sanitasi, dan produktivitas.
Selain dengan mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), manfaat dari proyek ini juga bisa dirasakan masyarakat di wilayah penyangga, sehingga pembangunan nasional berjalan lebih inklusif dan berkeadilan.
Direktur utama Wika Agung Budi Waskito menekankan bahwa proyek ini adalah bagian dari komitmen WIKA dalam mendukung agenda strategis nasional.
"Pembangunan Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi fondasi penting bagi ketahanan air dan kualitas hidup masyarakat di kawasan IKN dan sekitarnya. Wika berkomitmen menghadirkan infrastruktur air minum yang andal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang, sejalan dengan Asta Cita dan visi pembangunan Indonesia ke depan," kata Agung.
Untuk kedepannya, Wika menargetkan agar proyek ini dapat menjadi benchmark nasional dalam pembangunan infrastruktur air minum skala besar. Selain mendukung keberhasilan IKN, sebagai kota masa depan yang layak huni, hijau, dan berdaya saing global.
"Proyek jaringan IPA ini diharapkan menjadi legacy infrastructure yang menopang pembangunan Indonesia secara berkelanjutan dalam jangka panjang," jelas Agung.