Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengembangkan benih Garuda pada kegiatan pertanian untuk meningkatkan hasil panen petani kabupaten setempat.
Benih digunakan pada tanah yang dinilai cocok dengan karakteristik lahan pertanian sehingga hasilnya akan diperoleh beras yang unggul.
Advertisement
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto mengatakan, selama ini petani memanen padi mencapai tiga hingga lima ton per hektare sawah.
"Selama ini panen padi petani antara tiga sampai lima ton per hektare," ujar Andi, melansir Antara, Rabu 4 Februari 2026.
Lahan pertanian tanaman padi produktif yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara kini mencapai 14.070 hektare.
Sementara itu, dalam satu kali panen, dapat menghasilkan tiga hingga empat ton per hektare, dan dalam satu tahun petani melakukan dua kali panen.
"Ini berarti, dengan diterapkannya benih padi Garuda, hasil panen yang diperoleh tidak hanya meningkat, namun juga berkualitas," ucap Andi.
Hal ini karena benih Garuda memiliki kualitas kontrol serta pengemasan dengan standar tinggi, sehingga menghasilkan benih hortikultura terbaik.
"Ke depannya, pengembangan benih padi Garuda tersebut diharapkan mampu mendukung program ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani," terang Andi.
Pemerintah daerah juga akan terus melakukan pendampingan teknis dan pengawasan agar proses budidaya berjalan optimal.
Pengawasan dilakukan mulai dari proses penanaman hingga masa panen, agar target peningkatan produksi pertanian dapat tercapai secara berkelanjutan.
Peningkatan Hasil Panen dari Tahun ke Tahun
Andi menjelaskan, pada 2024, hasil panen padi di Penajam Paser Utara mencapai hingga 50.672 ton, sedangkan panen padi pada musim tanam pertama dan kedua 2025 mencapai 24.500 ton.
"Penanaman selanjutnya akan dilaksanakan di musim tanam ketiga, yaitu pada bulan Oktober 2025-Maret 2026. Peningkatan hasil panen tersebut dinilai sebagai pencapaian yang luar biasa karena hampir dua kali lipat," ucap dia.
Apalagi, lanjut Andi, lahan persawahan di Kabupaten Penajam Paser Utara masih mengandalkan tadah hujan dan belum memiliki sistem irigasi memadai.
Keberhasilan para petani meningkatkan hasil panen padi menjadi indikasi positif terhadap efektivitas pembinaan teknis kepada petani, termasuk dalam penggunaan benih unggul, penanganan hama, dan optimalisasi waktu tanam.
Dengan peningkatan kualitas benih ini, ia berharap hasil panen juga turut meningkat setiap tahunnya.
"Diharapkan hasil pengembangan benih padi Garuda bisa menghasilkan tujuh sampai sembilan ton per hektare," harap Andi.
Pihaknya berkomitmen terhadap ketersediaan sarana produksi pertanian yang akan terus diupayakan agar target produktivitas dapat tercapai.
Uji Coba Benih Garuda di Area Demplot
Andi mengatakan, pengembangan benih padi Garuda diuji coba di lahan dengan tingkat keasaman (pH) tanah rendah. Ia menilai keunggulan benih tersebut mampu beradaptasi sesuai kondisi cuaca dan lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pemkab Penajam Paser Utara juga melakukan pengembangan benih unggul padi Garuda di demonstration plot (demplot) pada lahan kritis agar benih padi yang dihasilkan mampu beradaptasi di lahan dengan pH tanah rendah atau di bawah angka tujuh.
Andi mengatakan, pada percobaan pengembangan di area demplot ini, benih padi garuda yang dipilih adalah benih yang unggul. Alasannya karena dinilai cocok dengan karakteristik lahan pertanian di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pada tahun ini, benih padi Garuda mulai dikembangkan di demplot pH tanah rendah dengan luas 50 hektare yang tersebar di dua desa.
"Area perkembangan itu tersebar di dua wilayah Desa Sri Raharja, Sumber Sari dan Desa Rawa Mulya. Program ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan daerah," jelas Andi.