China Pimpin APEC 2026, Perkuat Integrasi Ekonomi hingga Tantangan Global

APEC resmi luncurkan agenda 2026 di China dengan fokus utama integrasi ekonomi, inovasi digital, serta penguatan kerja sama kawasan demi kemakmuran Asia-Pasifik

oleh Ahmad KhuzaifiDiterbitkan 09 Februari 2026, 13:05 WIB
Logo APEC 2026 (Dok. Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) resmi meluncurkan agenda APEC 2026, dengan mengusung penguatan integrasi ekonomi dan juga kerja sama kawasan tantangan global.

Para pejabat itnggi dari 21 anggota ekonomi (member economies) APEC tengah berkumpul di Guangchou, China, untuk menghadiri rangkaian pertemuan dari 1-10 Februari.

Sekretariat APEC, menyatakan bahwa China selaku tuan rumah mengusung tema yaitu 'Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama'

Tema tersebut menegaskan komitmennya negara tersebut untuk memperdalam integrasi kawasan serta mempercepat kerja sama di Asia-Pasifik, kawasan ekonomi yang dinilai paling dinamis di dunia.

"Prioritas kami keterbukaan, inovasi, dan kerja sama mencerminkan aspirasi bersama kawasan untuk meningkatkan integrasi ekonomi, memanfaatkan peluang digital, serta bersama-sama menghadapi tantangan global dan regional yang mendesak," ujar Ketua Pertemuan Pejabat Senior APEC 2026, Chen Xu. Dikutip dari Antara, Rabu 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan, APEC 2026 menjadi sebuah momentum penting bagi seluruh anggota ekonomi, guna untuk memperkuat persatuan, memperdalam kerja sama, dan mendorong kemakmuran bersama di kawasan Asia-Pasifik.

"China siap memanfaatkan kesempatan sebagai tuan rumah dengan bekerja bersama seluruh pihak untuk mendorong terwujudnya komunitas Asia-Pasifik," ucap Chen Xu.

Sekitar 60 pertemuan, lokakarya, simposium, dan sidang komite yang dilakukan selama klaster pertemuan 10 hari tersebut, mencakup seluruh kebijakan dari APEC.

Agenda pembahasan meliputi pemberatasan korupsi, transformasi digital, daya saing sektor jasa, keberlanjutan kelautan, investasi, sampai modernisasi kepabeanan.

Penyelarasan Strategi Hadapi Tantangan Global

(Dok. Antara)

Dalam forum strategis ini, Direktur Eksekutif Sekretariat APEC, Eduardo Pedrosa, menegaskan bahwa puluhan pertemuan yang digelar memiliki misi vital untuk memetakan arah kerja yang jelas. 

Fokus utamanya adalah menyelaraskan langkah-langkah praktis antarnegara anggota demi memperkuat fondasi pertumbuhan, mendongkrak daya saing, serta membuka seluas-luasnya peluang ekonomi di seluruh kawasan Asia-Pasifik. 

Pertemuan ini menjadi bukti responsifnya APEC terhadap dinamika dunia yang terus berubah. 

"Aktivitas di Guangzhou, mulai dari perdagangan, digital, dan jasa hingga ketahanan pangan serta pemberantasan korupsi, menunjukkan respons ekonomi-ekonomi APEC terhadap tantangan global melalui solusi konkret dan kerja sama," kata Pedrosa.

Agenda tahun 2026 ini akan diwarnai oleh persidangan intensif dari sejumlah kelompok inti APEC yang berjalan paralel dengan forum-forum pendukung lainnya. 

Mereka berkumpul untuk membedah berbagai tantangan kebijakan yang krusial bagi keberlangsungan ketahanan kawasan. 

Salah satu pilar utamanya adalah Komite Perdagangan dan Investasi (CTI) yang siap membahas prioritas tahun ini, mencakup dukungan penuh terhadap sistem perdagangan multilateral yang adil, fasilitasi perdagangan yang lebih efisien, serta percepatan integrasi ekonomi kawasan yang inklusif.

Fokus Transisi Hijau dan Ekosistem Digital

Transisi menuju energi hijau di IKN Nusantara tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memicu inovasi di sektor energi bersih. (Dok SKK Migas)

Melalui serangkaian dialog ekstensif, seluruh entitas ekonomi APEC menargetkan tercapainya konsensus luas yang berujung pada hasil nyata di lapangan. 

Komitmen ini diarahkan untuk menjunjung tinggi semangat regionalisme terbuka, sekaligus mendorong percepatan realisasi Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik (FTAAP). 

Selain itu, forum ini juga menekankan pentingnya pendalaman kerja sama dalam transformasi hijau dan pembangunan rendah karbon sebagai respons terhadap krisis iklim. 

Di sektor teknologi, Kelompok Pengarah Ekonomi Digital dijadwalkan bersidang untuk mengupas tuntas isu strategis seperti arus data lintas batas, keamanan siber, hingga adopsi teknologi baru, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Pembahasan mendalam mengenai teknologi ini ditujukan untuk memperkuat upaya kolektif APEC dalam menciptakan ekosistem regulasi yang kondusif bagi tumbuh kembangnya ekonomi digital di kawasan. 

Hal ini penting agar kemajuan teknologi dapat dinikmati secara merata dan aman. Dalam konstelasi ini, Indonesia memegang peran strategis karena tercatat sebagai salah satu dari 21 anggota ekonomi APEC. 

Bersama negara-negara mitra seperti Malaysia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, Indonesia turut andil dalam merumuskan kebijakan yang akan menentukan arah masa depan ekonomi Asia-Pasifik.

Infografis Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Bakal Terjun Bebas. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya