Pemicu Bocah SD di Ngada NTT Bunuh Diri

Sebelum mengakhiri hidupnya, bocah SD di Ngada NTT itu sempat menuliskan surat untuk ibunya.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 04 Februari 2026, 12:22 WIB
Seorang bocah berinisial YBS (10), siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas gantung diri. (Liputan6.com/ Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta - Malang sekali nasib YBS (10). Siswa kelas IV di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Pascakejadian itu, Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko mengaku sudah memerintahkan Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino untuk menemui keluarga korban. Dia mengatakan, kasus ini memang harus menjadi perhatian serius semua pihak.

"Saya sudah perintahkan Kapolres Ngada ke kediaman orang tua korban," katanya di sela-sela syukuran peresmian Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda NTT di Kupang, Rabu (4/2/2026).

Hasil penyelidikan sementara, sejauh ini dugaan masalah ekonomi jadi pemicu korban melakukan bunuh diri.

"Motif utama karena hal itu namun masih didalami. Untuk sementara, sesuai dari hasil penyelidikan awal dan olah TKP karena kekecewaan tapi masih didalami lagi," ujar Kapolda NTT.

 

Polisi Kirim Tim Konseling ke Keluarga Korban

Polda NTT juga mengirimkan konselor psikologi untuk memberikan pendampingan terhadap keluarga, khususnya orang tua dari siswa kelas IV SD yang bunuh diri karena tak dibelikan buku dan pensil.

"Tim sudah ke Kabupaten Ngada hari ini dan memberikan pendampingan serta penguatan bagi keluarga korban," kata Kapolda NTT di Kupang, Rabu.

Tim yang dikirim tersebut terdiri dari Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan bersama Kasubbag Psipol Bagian Psikologi Biro SDM Kompol Prasetyo Dwi Laksono dan Bamin Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT Bripda Yoseph Alexander Rewo

Konseling dan pendampingan akan dilakukan tim mulai Rabu (4/2) sampai dengan Minggu (8/2) di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerubuu, Kabupaten Ngada.

"Tim melakukan pembinaan dan pendampingan mental kepada keluarga korban," ujar Kapolda NTT. Demikian dikutip dari Antara.

Sebelumnya korban ditemukan meninggal dunia dengan posisi tergantung pada pohon cengkeh, Kamis (29/1). Korban yang juga siswa kelas IV Sekolah Dasar itu ditemukan di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya