Mozilla Pasang Tombol Blokir AI di Firefox, Pengguna Bisa Matikan Fitur Generatif

Mozilla merilis Firefox 148 dengan kontrol penuh fitur AI. Pengguna kini bisa mematikan AI sepenuhnya atau mengelolanya satu per satu lewat pengaturan.

oleh Fathia KappariniDiterbitkan 04 Februari 2026, 12:30 WIB
Kini, Mozilla sudah resmi melepas Firefox Quantum untuk seluruh pengguna (sumber: Mozilla)

Liputan6.com, Jakarta - Mozilla mengulirkan pembaruan Firefox versi 148 yang membawa perubahan penting, dan jarang lakukan browser lain. Mulai Februari 2026, pengguna kini bisa memilih untuk menonaktifkan seluruh fitur kecerdasan buatan (AI) generatif di peramban atau mengelolanya secara terpisah sesuai kebutuhan.

Langkah ini diumumkan secara langsung oleh pimpinan Firefox, Ajit Varma. Ia menyebutkan, ada berbedaan pandangan kuat di kalangan pengguna terkait kehadiran AI di browser.

"Kami melihat ada pengguna memilih tidak ingin terlibat dengan AI, sementara lainnya justru menginginkan tools AI yang benar-benar bermanfaat. Dengan menyerap masukan komunitas, kami ingin tetap memberikan pilihan, " ujar Ajit, sebagaimana dikutip dari Bleeping Computer, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan, setelah pembaruan ke Firefox 148, pengguna akan menemukan bagian kontrol AI baru dimenu pengaturan browser desktop. Mozilla juga menyediakan satu pusat kontrol untuk memblokir fitur AI generative saat ini maupun di masa mendatang.

Bagi pengguna yang ingin menonaktifkan AI sepenuhnya, sakelar “Blokir peningkatan AI,” dapat diaktifkan dengan mudah. Setelah diatur, prefensi AI tersebut akan tetap berlaku di seluruh pembaruan Firefox dan dapat diubah kapan saja sesuai kebutuhan.

Panel kontrol AI baru memungkinkan pengguna untuk mengelola lima fitur berbasis AI secara terpisah.

Fitur tersebut mencakup terjemahan bawaan browser, pembuatan teks alternatif untuk gambar dalam dokumen PDF, pengelompokan tab berbasis AI dengan saran nama, pratinjau tautan yang menampilkan poin-poin penting, serta akses sidebar ke chatbot populer.

Melalui sidebar ini, pengguna bisa mengakses berbagai chatbot seperti Claude, ChatGPT, Microsoft Copilot, Google Gemini, dan Le Chat Mistral.

Mozilla Tegaskan Pengguna Firefox Bebas Mengatur dan Menonaktifkan Fitur AI

Mozilla memastikan fitur kontrol AI di Frefox akan hadir dengan pengaturan awal yang ramah pengguna. Juru bicara Mozilla mengatakan kepada BleepingComputer, sakelar “Blokir peningkatan AI” akan dalam kondisi nonaktif secara default saat kontrol AI tersedia.

Pengaturan tersebut akan menyesuaiakan prefensi pengguna yang sudah ada, dimana fitur yang sebelumnya digunakan akan ditandai sebagai aktif, fitur yang pernah dimatikan akan status diblokir, sementara fitur yang belum pernah digunakan akan ditampilkan sebagai tersedia.

Fitur kontrol AI ini akan lebih dulu diluncurkan kepada pengguna Firefox Nightly, saluran eksperimental Firefox, sebelum dirilis secara luas untuk pengguna desktop pada akghir bulan ini. Kepala Firefox juga mengajak pengguna awal untuk memberikan masukan melalui Mozilla Connect.

Pengumuman tersebut sejalan dengan pernyataan CEO Mozilla Corporation, Anthony Enzor-DeMeo, yang sebelumnya menegaskan pengguna Firefox akan selalu memiliki opsi untuk mematikan fitur AI.

Menurutnya, setiap produk Mozilla harus memberikan kendali penuh kepada pengguna, dengan pengaturan AI yang transparan, mudah dipahami, dan dapat dinonaktifkan kapan saja.

Mozilla Firefox 145 Bawa Perlindungan Anti-Fingerprinting

Sebelumnya, Mozilla mengumumkan peningkatan privasi besar pada browser Firefox 145 untuk mengurangi jumlah pengguna yang rentan terhadap digital fingerprinting.

Dilansir Bleeping Computer, Kamis (13/11/2025), perlindungan baru ini awalnya hanya akan tersedia dalam Mode Penjelajahan Pribadi (Private Browsing Mode) dan Mode Ketat (Strict Mode) Perlindungan Pelacakan Ditingkatkan (Enhanced Tracking Protection/ETP).

Setelah pengujian dan optimasi, perlindungan ini akan diaktifkan secara default di peramban web Firefox.

Fingerprinting adalah teknik pelacakan aktivitas penjelajahan pengguna untuk mengidentifikasi mereka di berbagai situs web dan sesi peramban, bahkan ketika cookies diblokir atau saat penjelajahan pribadi aktif.

Pengidentifikasi seperti zona waktu, detail perangkat keras, dan peramban dapat digunakan untuk membuat tanda tangan digital unik guna mengidentifikasi pengguna di internet.

Jenis data ini dapat mengetahui versi peramban pengguna, sistem operasi, resolusi layar dan kedalaman warna, bahasa sistem, font terinstal, zona waktu, perilaku rendering GPU, inti CPU, kemampuan layar sentuh, dan memori perangkat.

Sistem anti-fingerprinting Firefox yang sudah ada, bagian dari mekanisme ‘Enhanced Tracking Protection’ perangkat lunak, memblokir banyak skrip pelacakan dan fingerprinting yang diketahui--sebagian besar secara intrinsik meluas dan tidak terkait dengan peningkatan pengalaman pengguna.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya