IHSG Hari Ini 3 Februari 2026 Melesat 1,57% pada Sesi Pertama

Sebanyak 592 saham menguat sehingga mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan saham, Selasa, (3/2/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 Februari 2026, 13:38 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham Selasa, (3/2/2026).(BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham Selasa, (3/2/2026). Kenaikan IHSG hari ini ditopang mayoritas sektor saham yang menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 1,57% ke posisi 8.047,22. Indeks saham LQ45 bertambah 1,44% ke posisi 817,85. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.059,25 dan level terendah 7.712,34. Sebanyak 592 saham menguat sehingga angkat IHSG. 158 saham melemah dan 67 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.981.854 kali dengan volume perdagangan saham 38,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.763.

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham infrastruktur turun 0,37%. Sementara itu, sektor saham teknologi bertambah 5,37%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi naik 2,7%, sektor saham basic menanjak 4,91%, sektor saham industri menguat 3,27%.

Selain itu, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,30%. Lalu sektor saham kesehatan mendaki 1,53%, sektor saham keuangan melejit 0,82%, sektor saham properti meroket 2,72% dan sektor saham transportasi mendaki 2,96%.

 Pembukaan Awal Perdagangan

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan yang dalam pada perdagangan hari ini. IHSG dibuka anjlok pada perdagangan saham Selasa, 3 Februari 2026.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun ke posisi 7.888,77, dibanding penutupan sebelumnya di angka 7.922,73

Pada pukul 09.18 WIB, IHSG masih terbakar. IHSG turun 0,76 persen atau 60 poin ke posisi 7.853,17. Indeks saham LQ45 juga merosot 0,43% ke posisi 802,672. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.919,67 dan level terendah 7.712,34.

Sebanyak 296 saham tertekan sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sebanyak 284 saham menguat dan 128 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 515.768 kali dengan volume perdagangan saham 11,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.757.

Sebagian sektor saham tertekan. Sektor saham cyclical turun paling dalam yaitu 3,29%. Sektor saham infrastruktur menyusul dengan melemah 1,84%.

Sektor kesehatan mampu bertahan dengan naik 1,25 dan disusul sektor saham teknologi dengan menguat 0,83%.

 

Prediksi IHSG Hari Ini

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya,laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (3/2/2026). Namun, IHSG hari ini ada peluang penguatan di 8.128-8.527. Lalu bagaimana dengan strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG merosot 4,88% ke 7.922 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Senin, 2 Februari 2026.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.654,7.481 dan level resistance 8.094-8.318.

Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi untuk technical rebound dan potensi test resistance kuat di 8.050.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.780-7.850 dan level resistance 8.000.8.050.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Timah Tbk (TINS), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya