Liputan6.com, Jakarta - Cara ternak jangkrik di kardus merupakan metode budidaya yang sangat ekonomis karena memanfaatkan limbah kertas sebagai sarana utama tempat tinggal serangga. Metode ini sangat populer di kalangan peternak skala rumah tangga karena kardus memiliki sifat isolator yang mampu menjaga suhu internal tetap stabil bagi pertumbuhan nimfa jangkrik.
Melansir dari data biologi serangga di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), lingkungan yang gelap dan suhu yang terjaga konsisten merupakan faktor kunci dalam mempercepat siklus molting atau pergantian kulit pada jangkrik.
Advertisement
Keberhasilan dalam menjalankan cara ternak jangkrik di kardus sangat bergantung pada manajemen kelembapan dan kebersihan sanitasi wadah agar terhindar dari serangan jamur atau parasit. Kardus yang digunakan harus dipastikan bebas dari kontaminasi zat kimia berbahaya agar kualitas jangkrik yang dihasilkan memenuhi standar pakan hewan hias yang sehat.
Berikut Liputan6.com ulas lengkap caranya, Selasa (3/2/2026).
Persiapan Wadah dan Lingkungan
1. Pemilihan Material Kardus
Pemilihan material yang tebal dan masih kokoh menjadi syarat utama dalam menerapkan cara ternak jangkrik di kardus. Setiap celah atau sambungan pada bagian bawah harus ditutup rapat menggunakan lakban agar tidak ada lubang kecil untuk jangkrik melarikan diri. Dinding bagian dalam atas juga perlu dilapisi lakban licin setinggi 10 cm guna mencegah jangkrik merayap keluar dari wadah.
2. Pengaturan Media Persembunyian
Media persembunyian berupa egg tray atau potongan karton disusun secara bertingkat di dalam wadah untuk meminimalkan tingkat kanibalisme.
Penataan ini merupakan bagian krusial dalam cara ternak jangkrik di kardus karena jangkrik memerlukan ruang gelap untuk beristirahat dan berganti kulit. Pastikan susunan media tersebut tidak menyentuh bagian atas kardus agar jangkrik tidak memiliki jembatan untuk melompat keluar.
3. Lokasi Penempatan Kandang
Wadah budidaya sebaiknya diletakkan di dalam ruangan yang tenang dengan sirkulasi udara yang terjaga dengan baik. Lokasi yang sunyi sangat mendukung efektivitas cara ternak jangkrik di kardus karena suara gaduh dapat memicu stres pada koloni jangkrik.
Kaki-kaki penyangga wadah harus diberi alas berisi air atau oli untuk mencegah serangan semut yang dapat memusnahkan bibit jangkrik.
Pemeliharaan dan Manajemen Panen
4. Pemberian Pakan dan Nutrisi
Pakan berupa konsentrat ayam yang dihaluskan diberikan secara merata di atas wadah datar agar mudah dijangkau oleh seluruh jangkrik. Dalam cara ternak jangkrik di kardus, kebutuhan cairan dipenuhi melalui pemberian sayuran segar atau potongan gedebog pisang sebagai pengganti air minum konvensional.
Pemberian pakan harus disesuaikan dengan populasi agar tidak tersisa terlalu banyak yang berpotensi membusuk dan merusak struktur kardus.
5. Prosedur Pemanenan Hasil
Pemanenan biasanya dilakukan saat jangkrik berumur sekitar 25 hingga 30 hari atau sebelum sayap pada punggungnya tumbuh sempurna.
Teknik cara ternak jangkrik di kardus memungkinkan proses pemanenan dilakukan dengan cara mengangkat media egg tray satu per satu ke dalam wadah pengumpulan. Setelah panen selesai, kondisi kardus harus diperiksa kembali kelayakannya jika ingin digunakan untuk siklus budidaya berikutnya.
FAQ
Apa keuntungan cara ternak jangkrik di kardus?
Biaya operasional sangat murah dan bahan mudah didapatkan di lingkungan sekitar.
Apakah kardus tidak akan rusak terkena air?
Kelembapan diberikan melalui sayuran, bukan air semprot, untuk menjaga keawetan kardus.
Berapa kapasitas satu kardus besar?
Satu kardus ukuran besar rata-rata dapat menampung 0,5 hingga 1 kilogram jangkrik dewasa.
Apa pakan terbaik agar cepat panen?
Campuran voer ayam halus dengan tambahan nutrisi dari sawi atau wortel.
Bagaimana mengatasi bau pada kandang kardus?
Melakukan pembersihan sisa makanan setiap hari dan menjaga sirkulasi udara ruangan.