Saham BUMI Mulai Merangkak Naik Usai Longsor Dalam

Saham BUMI kembali menguat pada perdagangan hari ini Selasa 3 Februari 2026. Sebelumnya saham PT Bumi Resources Tbk sempat menyentuh Rp 484.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 03 Februari 2026, 10:00 WIB
Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 98,791 miliar senilai Rp67,823 triliun. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan penguatan pada awal perdagangan Selasa (3/2/2026). Mengutip laman BEI, hingga pukul 09.23 WIB, harga saham BUMI berada di level Rp 230 per saham, naik Rp 10 atau 4,55 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 220.

Pada pembukaan perdagangan pagi, saham BUMI dibuka di level Rp 212 sebelum bergerak fluktuatif. Berdasarkan data perdagangan intraday, harga saham sempat menyentuh level tertinggi Rp 232 dan terendah Rp198. Pergerakan ini menunjukkan adanya volatilitas cukup tinggi dalam satu jam pertama perdagangan.

Jika dilihat dari rentang pergerakan jangka panjang, saham BUMI masih berada dalam kisaran yang lebar. Dalam periode 52 minggu terakhir, saham ini tercatat bergerak di rentang Rp 70 hingga Rp 484 per saham.

Dari sisi fundamental, kapitalisasi pasar PT Bumi Resources Tbk tercatat mencapai sekitar Rp 85,41 triliun. Namun demikian, hingga saat ini perseroan belum mencatatkan rasio price to earnings (P/E) maupun pembagian dividen, sehingga investor masih mencermati prospek kinerja ke depan.

Kinerja keuangan terbaru menunjukkan adanya perbaikan. Pada laporan keuangan kuartal III 2025, BUMI membukukan pendapatan sebesar 359,37 juta dolar AS, tumbuh 8,56 persen secara tahunan (year on year/YoY).

 

IHSG Kembali Terbakar di Awal Perdagangan 3 Februari 2026

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan yang dalam pada perdagangan hari ini. IHSG dibuka anjlok pada perdagangan saham Selasa, (3/2/2026).

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun ke posisi 7.888,77, dibanding penutupan sebelumnya di angka 7.922,73

Pada pukul 09.18 WIB, IHSG masih terbakar. IHSG turun 0,76 persen atau 60 poin ke posisi 7.853,17. Indeks saham LQ45 juga merosot 0,43% ke posisi 802,672. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

 

IHSG Berpotensi Menguat

Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (3/2/2026). Namun, IHSG hari ini ada peluang penguatan di 8.128-8.527.

IHSG merosot 4,88% ke 7.922 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Senin, 2 Februari 2026. Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.654,7.481 dan level resistance 8.094-8.318.

Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi untuk technical rebound dan potensi test resistance kuat di 8.050.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.780-7.850 dan level resistance 8.000.8.050.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya