NVIDIA bakal Suntik Rp 1.677 Trilun ke OpenAI?

CEO NVIDIA, Jensen Huang, akan menyuntikkan dana dalam jumlah besar pada putaran pendanaan terbaru untuk OpenAI.

oleh IskandarDiterbitkan 03 Februari 2026, 09:30 WIB
CEO NVIDIA Jensen Huang di acara Indonesia AI Day 2024. Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani

Liputan6.com, Jakarta - CEO NVIDIA, Jensen Huang, mengonfirmasi bahwa perusahaan akan menyuntikkan dana dalam jumlah besar pada putaran pendanaan terbaru untuk OpenAI.

Pernyataan ini sekaligus menepis laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang menyebut adanya ketegangan dalam hubungan kedua raksasa teknologi tersebut.

Mengutip Engadget, Selasa (3/2/2026), Huang menyatakan komitmen penuh NVIDIA terhadap perusahaan besutan Sam Altman tersebut. Meski tidak menyebut angka pasti, ia mengisyaratkan bahwa ini bisa menjadi investasi terbesar yang pernah dilakukan NVIDIA.

Langkah ini dilakukan menyusul laporan WSJ pada Jumat lalu yang menyebut bahwa kedua perusahaan tengah meninjau ulang kesepakatan ambisius senilai USD 100 miliar atau sekitar Rp 1.677 triliun.

Proyek yang diumumkan pada September 2025 itu awalnya diproyeksikan untuk membangun pusat data AI berkapasitas 10 gigawatt, dengan target fase pertama beroperasi pada paruh kedua 2026.

Laporan itu mengungkap bahwa negosiasi tidak berjalan mulus sedari awal. Sumber internal yang dikutip WSJ bahkan mengklaim bahwa Huang menyebut kesepakatan itu tidak mengikat dan mengkritik tata kelola bisnis OpenAI yang dianggap kurang disiplin.

 

Bantahan Keras Jensen Huang

Mengutip laporan Bloomberg, Huang secara tegas mengatakan bahwa isu ‘keretakan’ tersebut tidak mendasar. Ia justru memberikan pujian tinggi terhadap peran OpenAI dalam industri teknologi saat ini.

"Saya percaya pada OpenAI. Pekerjaan yang mereka lakukan luar biasa. Mereka adalah salah satu perusahaan paling berpengaruh di zaman kita," ujar Huang.

Namun, Huang memberikan catatan penting terkait nilai investasi. Meski dipastikan akan bernilai fantastis, ia mengonfirmasi bahwa nilai investasi NVIDIA dalam putaran pendanaan kali ini tidak akan mendekati angka USD 00 miliar sebagaimana yang dirumorkan sebelumnya.

OpenAI Perkenalkan ChatGPT Prism, Intip Kemampuan GPT-5.2 di Ruang Kerja Ilmiah

Sebelumnya, OpenAI memperkenalkan ChatGPT Prism, sebuah ruang kerja AI gratis dirancang untuk mempermudah proses penelitian ilmiah.

Prism hadir sebagai lingkungan yang terpusat bagi para ilmuwan untuk menyusun makalah, mengelola kutipan, hingga memecahkan persamaan matematika yang kompleks dengan dukungan model terbaru OpenAI, GPT-5.2.

Kehadirannya menandai langkah OpenAI melampaui chatbot umum, menuju pengembangan alat profesional dirancang khusus untuk kebutuhan akademik.

Pengembangan Prism dilakukan setelah OpenAI mengakusisi Crixet, platform LaTex berbasis cloud. Interagsi ini memungkinkan kecerdasan buatan yang makin canggih tertanam dalam ruang kerja yang disesuaikan dengan standar ketat penerbitan ilmiah.

Apa itu Prisma ChatGPT?

Dilansir The Economic Times, Jumat (30/1/2026), ChatGPT Prism merupakan platform berbasis cloud gratis yang memungkinkan peneliti menulis, mengedit, dan berkolaborasi dalam makalah penelitian.

Konsepnya kerap disebut sebagai “Google Docs for Scientists,” namun dengan otak AI yang memahami konteks penuh dokumen secara real time.

Berbasis Crixet, Prism memungkinkan AI “hidup” langsung di dalam dokumen, sehingga peneliti tak perlu lagi bolak-balik menyalin pekerjaan ke chatbot terpisah.

Apa itu Prisma ChatGPT?

1. Dari Papan Tulis ke Dokumen Digital

Salah satu fitur unggulan ChatGPT Prism adalah kemampuannya mengonversi foto menjadi kode. Peneliti cukup memotret diagram yang rumit atau persamaan yang ditulis di papan tulis, lalu Prism akan secara otomatis mengubahnya menjadi dokumen digital yang tertata rapi atau kode LaTex profesional.

2. Kesadaran Konteks “Mendalam”

Berbeda dengan jendela ChatGPT konvensional yang hanya merespons perintah terbaru, Prism dibekali kesadaran konteks mendalam. Model GPT-5.2 mampu memahami keseluruhan isi makalah.

Saat pengguna bertanya, seperti “Apakah kesimpulan ini selaras dengan data pada Gambar 3?,” AI dapat langsung menelaah gambar dan teks terkait untuk memberikan jawaban yang relevan dan kuat.

3. Kolaborasi Rela-Time Tanpa Batas

Penelitian ilmiah umumnya melibatkan banyak pihak. Prism mendukung kolaborasi real-time dengan jumlah penulis, mahasiswa maupun pembimbing yang tidak terbatas dalam satu dokumen.

Berbasis cloud, platform ini dapat diakses tanpa perlu instalasi perangkat lunak tambahan, sehingga proses kerja tim mejadi lebih praktis dan efisien.

 

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya