Prabowo Ganti Istilah Rakyat Miskin Jadi Prasejahtera, Ini Alasannya

Prabowo Subianto mengubah kata miskin untuk masyarakat Indonesia menjadi prasejahtera.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 02 Februari 2026, 16:03 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan pemerintah daerah tahun 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor. (Tangkapan Layar YouTube Kemendagri RI)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto sungkan dan tak enak hati menyebut kata miskin untuk masyarakat Indonesia. Prabowo lalu melontarkan istilah Pra-sejahtera sebagai pengganti kata miskin.

Awalnya, Prabowo berbicara soal kondisi masyarakat Indonesia yang masih mengalami kesulitan ekonomi. Para ekonom pun memberikan peringkat Desil 1, 2, 3, dan 4 kepada masyarakat Indonesia yang masuk kategori tak mampu.

"Para ahli ekonomi ada desil 1,2,3,4, kadang-kadang kita takut bicara apa adanya. Kita enggak mau bilang miskin, enggak enak, Prasejahtera. Miskin, enggak enak kita," kata Prabowo saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Selain Prasejahtera, dia menyebut ada istilah aspiring middle class atau kelompok yang sudah keluar dari jurang kemiskinan menuju ekonomi kelas menengah. Prabowo menilai istilah-istilah pengganti kata miskin tersebut untuk menhga moril bangsa Indonesia.

"Ini BPS (Badan Pusat Statistik) pinter juga cari istilah, saudara tidak mau turunkan moril bangsa Indonesia," ucapnya.

Prabowo Serukan Bersatu Hilangkan Kemiskinan

Prabowo mengajak semua pihak untuk bersatu dan berjuang menghilangkan kemiskinan di Indonesia. Dia meyakini kerja sama semua pihak dapat membuat kondisi rakyat Indonesia lebih baik dan sejahtera.

"Kita harus berjuang bersama-sama, semua unsur, semua tingkatan, partai manapun, kita harus bersatu berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah," pungkas Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya