Juventus yang Lebih Agresif dan Lebih Kolektif

Kemenangan 4-1 atas Parma menegaskan perubahan gaya main Juventus di bawah Luciano Spalletti pada Liga Italia 2025-2026.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 02 Februari 2026, 14:26 WIB
Duel antara Parma vs Juventus pada pekan ke-23 Serie A 2025/2026 (Dok. Juventus/@juventusfc)

Liputan6.com, Jakarta - Juventus menunjukkan identitas baru setelah menang telak 4-1 atas Parma pada pekan ke-23 Liga Italia 2025-2026. Perubahan cara bermain terlihat jelas sejak Luciano Spalletti mengambil alih kursi pelatih.

Kemenangan di Ennio Tardini itu menjaga posisi mereka dalam persaingan empat besar klasemen. Hasil imbang Como dan Atalanta pada hari yang sama turut memperkuat peluang tim asal Turin tersebut.

Gol-gol kemenangan lahir dari dua lesakan Gleison Bremer, satu penyelesaian akrobatik Weston McKennie, serta tap-in Jonathan David di tiang jauh. Satu-satunya gol Parma berasal dari gol bunuh diri Andrea Cambiaso setelah salah mengantisipasi umpan silang Alessandro Circati.


Transformasi Gaya Bermain di Era Spalletti

Pelatih Juventus Luciano Spalletti mengamati jalannya pertandingan pada laga fase liga Liga Champions antara Monaco vs Juventus di Monaco, Rabu, 28 Januari 2026. (AP Photo/Philippe Magoni)

Performa agresif ini mempertegas perbedaan karakter tim sejak ditangani Spalletti. Dalam periode itu, mereka mengoleksi 30 poin Serie A, hanya kalah dari Inter yang mengumpulkan 37 poin.

Bremer merasakan langsung dampak pendekatan pelatih asal Italia tersebut terhadap mental dan struktur permainan. “Pelatih ini sangat kuat, terlihat jelas ia benar-benar mengubah cara kami bermain,” ujar Bremer kepada DAZN Italia.

Bek asal Brasil itu juga menilai atmosfer ruang ganti kini jauh lebih positif dibanding sebelumnya. “Ini adalah semangat terbaik yang pernah saya rasakan di sini, dan saya hanya merasakan hal serupa di awal masa Motta sebelum cedera,” katanya.


Dukungan Pemain dan Konsistensi Hasil

Weston McKennie dari Juventus, kiri, merayakan setelah mencetak gol kedua timnya selama pertandingan Serie A antara Parma dan Juventus di Parma, Italia, Senin (2-2-2026) dini hari WIB. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Bremer mengaku emosional bisa kembali mencetak gol setelah absen hampir satu tahun karena cedera. “Rasanya luar biasa bisa mencetak gol, terutama setelah hampir setahun absen dan itu sangat berat,” tuturnya.

Weston McKennie juga memberikan apresiasi terhadap metode latihan dan pendekatan personal Spalletti. “Spalletti itu unik. Saya belum pernah bekerja dengan pelatih seperti ini dalam karier saya,” ujar McKennie kepada DAZN Italia.

Ia menjelaskan selebrasi golnya yang tidak biasa berasal dari latihan khusus di sesi latihan. “Kami berlatih pergerakan itu di latihan, jadi selebrasi tersebut adalah gambaran langkah-langkah yang kami lakukan,” ucap gelandang asal Amerika Serikat tersebut.

Juventus kini mencetak tujuh gol dalam dua laga terakhir Serie A setelah sebelumnya menang 3-0 atas Napoli. Akan tetapi, performa di kompetisi Eropa masih perlu ditingkatkan usai hanya bermain imbang 0-0 melawan AS Monaco di Liga Champions.

Perbedaan tajam antara penampilan domestik dan Eropa menjadi pekerjaan rumah bagi Spalletti. Namun, fondasi permainan baru yang lebih agresif dan lebih kolektif memberi harapan besar bagi perjalanan musim ini.

Sumber: Football Italia


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya