AC Milan dan Teka-teki Lini Depan Jelang Duel Kontra Bologna

Prediksi komposisi lini depan AC Milan menghadapi Bologna di Liga Italia 2025-2026 dengan kondisi pemain yang belum sepenuhnya bugar.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 02 Februari 2026, 14:14 WIB
Pemain AC Milan, Rafael Leao, merayakan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Genoa di Milan, Italia, Kamis, 8 Januari 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan akan kembali melanjutkan persaingan di Liga Italia saat bertandang ke markas Bologna pada pekan ke-23 musim 2025-2026. Laga ini dijadwalkan berlangsung di Stadio Renato Dall'Ara, Rabu, 4 Februari 2026, pukul 02.45 WIB.

Pertandingan tersebut penting bagi tim asuhan Massimiliano Allegri untuk menjaga posisi di papan atas klasemen. Namun, persiapan menuju duel ini diwarnai sejumlah persoalan kebugaran pemain, terutama di sektor penyerangan.

Situasi tersebut membuat Allegri harus memikirkan ulang komposisi lini depan. Opsi yang tersedia cukup terbatas karena beberapa nama utama belum berada dalam kondisi ideal.


Pulisic dan Leao Tanda Tanya

Pemain AC Milan Christian Pulisic (tengah) dan pemain AS Roma Zeki Celik bereaksi seusai laga Serie A/Liga Italia antara Roma vs Milan di Roma, Italia, Minggu, 25 Januari 2026. (AP Photo/Gregorio Borgia)

Masalah semakin terasa karena Christian Pulisic tidak mengikuti sesi latihan terakhir. Rafael Leao juga belum sepenuhnya pulih, sehingga kemungkinan tampil sejak menit awal masih diragukan.

Kondisi ini memaksa staf pelatih mencoba kombinasi baru dalam sesi uji taktik di Milanello. Salah satu pasangan yang diuji adalah Christopher Nkunku dan Ruben Loftus-Cheek sebagai duet penyerang.

Kombinasi tersebut belum pernah digunakan sebelumnya dalam pertandingan resmi. Namun, pendekatan ini dinilai sebagai solusi sementara di tengah minimnya pilihan di lini depan.


Opsi Duet Penyerang Baru

Mario Gila dari Lazio (kanan) dan Christopher Nkunku dari AC Milan berebut bola dalam laga Serie A antara AC Milan dan Lazio di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 29 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Nkunku menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi penyerang utama. Pergerakannya yang fleksibel diharapkan mampu membuka ruang bagi rekan setim.

Loftus-Cheek diproyeksikan sebagai pendampingnya di area serang. Peran ini sebenarnya bukan posisi naturalnya, tetapi Allegri kerap memanfaatkan kemampuannya untuk bermain melebar maupun menusuk ke kotak penalti.

Skema ini dapat memberi dimensi berbeda pada permainan Milan. Akan tetapi, efektivitasnya masih menjadi tanda tanya karena minimnya waktu adaptasi.

Alternatif lain adalah menunggu perkembangan kebugaran Pulisic hingga sesi latihan terakhir jelang pertandingan. Namun, peluang tersebut cukup kecil mengingat kondisi fisiknya belum stabil.


Faktor Kebugaran dan Strategi Allegri

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, memberikan instruksi kepada Alexis Saelemaekers saat laga Serie A melawan Cremonese di Stadion San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 23 Agustus 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Situasi kebugaran pemain menjadi faktor utama dalam menentukan komposisi akhir. Allegri harus menyeimbangkan kebutuhan taktik dengan risiko cedera lanjutan.

Pendekatan pragmatis kemungkinan akan diambil dengan memaksimalkan pemain yang siap tampil penuh. Namun, perubahan ini bisa memengaruhi pola serangan yang selama ini bertumpu pada kecepatan sayap.

Jika duet Nkunku dan Loftus-Cheek benar-benar diterapkan, AC Milan berpotensi mengandalkan serangan melalui tengah. Pola ini menuntut dukungan lebih aktif dari lini tengah untuk menciptakan peluang.

Keputusan akhir baru akan terlihat mendekati waktu pertandingan. Yang jelas, duel kontra Bologna menjadi ujian kreativitas Allegri dalam meramu lini depan di tengah keterbatasan pilihan pemain.

Sumber: Sempre Milan


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya