Lampaui Target 2025, PANDI Bidik 1,5 Juta Domain .id pada 2026

PANDI membidik angka 1,5 juta nama domain .id terdaftar sebagai target utama tahun depan, sembari memperkuat kualitas dan keamanan ekosistem digital nasional.

oleh IskandarDiterbitkan 02 Februari 2026, 14:00 WIB
Konferensi pers laporan kinerja PANDI pada 2025. Credit: PANDI

Liputan6.com, Jakarta - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatatkan performa impresif sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, jumlah domain .id yang terdaftar mencapai 1.431.960, melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar 1,35 juta nama domain.

Keberhasilan ini menjadi fondasi kuat bagi PANDI untuk menetapkan standar lebih tinggi pada 2026. Organisasi ini membidik angka 1,5 juta nama domain .id terdaftar sebagai target utama tahun ini, sembari memperkuat kualitas dan keamanan ekosistem digital nasional.

Ketua PANDI, John Sihar Simanjuntak, menegaskan bahwa memasuki 2026, fokus organisasi tidak lagi sekadar mengejar angka pertumbuhan. Strategi utama akan bergeser pada penguatan tata kelola dan keamanan siber guna menjaga kepercayaan publik yang terus meningkat.

"Pertumbuhan bukan hanya soal angka. Yang lebih penting adalah bagaimana domain .id mampu menghadirkan ruang digital yang aman, berdaulat, dan memberi manfaat nyata," ujar John dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Untuk mencapai target 1,5 juta domain tersebut, PANDI telah menyiapkan peta jalan yang mencakup:

  • Penguatan Keamanan Siber: Integrasi platform Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX) dengan CleanDNS untuk mitigasi phishing, penipuan daring, dan malware secara real-time.
  • Transformasi Identitas Digital: Optimalisasi aplikasi E.ID, dompet identitas digital berbasis blockchain yang memberikan kontrol penuh bagi pengguna atas data pribadi mereka sesuai UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
  • Digitalisasi Budaya: Melanjutkan implementasi Domain Tingkat Dua (DTD) berbasis aksara daerah, seperti aksara Bali (ᬩᬮᬶ.id), yang akan memasuki tahap General Availability pada 15 Februari 2026.

Investasi SDM dan Literasi Digital

Capaian positif pada 2025 juga didorong oleh masifnya program tanggung jawab sosial. Melalui .id Academy, PANDI telah menjangkau 51.626 peserta melalui 272 kegiatan literasi digital di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini melibatkan kolaborasi strategis dengan berbagai instansi, mulai dari Staf Khusus Kepresidenan hingga pemerintah daerah.

Selain literasi, PANDI menunjukkan komitmen pada pendidikan dengan mengalokasikan dana beasiswa sebesar Rp 500.000.000 untuk tahun akademik 2025/2026.

Dana ini disalurkan kepada lima perguruan tinggi mitra (USU, IT Del, UIN Jakarta, Telkom University, dan ITTS) guna mencetak talenta digital yang siap berkontribusi pada ekosistem .id. 

 

Menuju Ekosistem yang Inklusif

Langkah PANDI pada 2026 diharapkan mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM yang mulai mengadopsi teknologi AI, hingga akademisi dan instansi pemerintah.

Dengan harga pendaftaran yang kompetitif--seperti domain aksara Bali yang dipatok mulai dari Rp 25.000--PANDI berupaya menjadikan .id sebagai identitas digital yang inklusif dan berdaya saing global.

"Dengan penguatan ekosistem yang konsisten, domain .id diharapkan menjadi ruang digital yang andal bagi kreator digital dan penggerak ekonomi nasional," John memungkaskan.

 

 

Infografis: Daftar Perusahaan yang Terpuruk di Era Digital

Infografis: Daftar Perusahaan yang Terpuruk di Era Digital

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya