Nasib Seorang ABK Masih Misterius, Dua Hari Hilang di Perairan Gili Ketapang

Seorang ABK bernama Matsadi yang hilang di perairan Gili Ketapang belum ditemukan.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 01 Februari 2026, 21:43 WIB
Pencarian seorang ABK di perairan Gili Ketapang

Liputan6.com, Jakarta - Nasib ABK alias anak buah kapal KM Lanang Jaya bernama Matsadi (61) yang terjatuh di perairan Gili Ketapang, masih menjadi misteri. Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan Matsadi, Minggu (1/2/2026).

​Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan, bahwa operasi dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Metode penarian dengan menerapkan parallel search pattern. Pola ini digunakan untuk memastikan setiap sudut area pencarian di tengah laut ter-cover secara merinci.

​"Kami mengerahkan berbagai alat utama (alut), mulai dari kapal carter jenis bolga hingga kapal nelayan jenis porsen untuk menjangkau titik-titik krusial," ujar I Made Oka.

​Meski kondisi cuaca di lokasi terpantau cukup bersahabat, dengan tinggi gelombang hanya 0,3 meter dan kecepatan angin 6 knot, luasnya cakupan laut menjadi tantangan tersendiri. Hingga sesi debriefing pukul 17.00 WIB, tim SAR terpaksa menutup pencarian hari ini dengan hasil nihil.

​"Korban merupakan warga Desa Gili Ketapang yang saat kejadian dilaporkan mengenakan celana pendek warna biru dongker," tambahnya.

​Sesuai prosedur, operasi SAR akan menghentikan sementara pencarian pada malam hari dan dilanjutkan kembali pada Senin (2/2/2026) mulai pukul 06.30 WIB. Kendati demikian, pemantauan pasif di sekitar perairan lokasi kejadian tetap dilakukan selama 24 jam, untuk mengantisipasi adanya tanda-tanda keberadaan korban yang muncul ke permukaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya