Kubu Ressa Rizky Rossano Akui Tak Bisa Hubungi Denada karena Diblokir, Sudah Buka Pintu Komunikasi

Kuasa hukum Ressa Rizky Rossano tuding Denada memblokir nomor kontak hingga tak bisa dihubungi. Padahal, mereka bermaksud membuka pintu komunikasi.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 31 Januari 2026, 21:00 WIB
Kuasa hukum Ressa Rizky Rossano tuding Denada memblokir nomor kontak hingga tak bisa dihubungi. Padahal, mereka bermaksud membuka pintu komunikasi. (Foto: Dok. YouTube Curhat Bang Denny Sumargo)

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan kasus Ressa Rizky Rossano versus Denada memasuki babak baru. Ressa Rizky Rossano didampingi kuasa hukum membenarkan, upaya menyelesaikan dugaan kasus penelantaran anak secara kekeluargaan gagal. Mereka menyebut Denada memblokir kontak.

Terang-terangan kubu Ressa Rizky Rossano menyatakan akses komunikasi tertutup rapat sebelum sidang dimulai. Pengacara Ressa Rizky Rossano, Andika Meigista Cahya menguak, tak ada interaksi sama sekali antara kliennya dengan pihak Denada.

Di ruang sidang maupun di luar kegiatan pengadilan, kedua pihak tak pernah bertegur sapa. Ini dipicu tindakan pemutusan akses komunikasi yang dilakukan sepihak oleh pihak tergugat. “Sampai detik ini tidak ada komunikasi baik di dalam maupun di luar persidangan,” katanya.

Ressa Rizky Rossano menyayangkan kondisi ini. Ia mengklaim, sejak awal ingin membuka pintu damai. Ini sulit terwujud jika salah satu pihak menutup diri. Andika Meigista menguak, nomor telepon kliennya telah diblokir sehingga tak ada ruang berdiskusi secara personal.

“Tidak ada, tidak ada komunikasi (dengan Denada) karena dari pihak kami sendiri pun diblokir nomornya dengan pihak tergugat,” beri tahu Andika Meigista kepada awak media, melansir pemberitaan Kapanlagi.com pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Padahal, Ressa Rizky Rossano berharap ada obrolan santai yang bisa meredam suasana panas di ruang sidang. Pemblokiran nomor ini seolah menunjukkan pihak tergugat belum siap melakukan rekonsiliasi. Mau tak mau, Ressa Rizky Rossano mengikuti jalur hukum.


Sudah Membuka Pintu Komunikasi

Ressa Rizky Rossano. (Foto: Dok. YouTube Curhat Bang Denny Sumargo)

“Ya, sebenarnya kita sudah membuka pintu. Kita membuka pintu untuk komunikasi baik di dalam persidangan maupun di luar persidangan. Cuma ya begitu, tetap saja dari pihak tergugat pun tidak ada komunikasi dengan klien kami,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Andika Meigista menuding kuasa hukum tergugat juga tidak ada komunikasi dengan pihaknya. Andika Meigista menggarisbawahi kliennya hanya ingin kepastian hukum tetap.

 


Tak Cukup Hanya Lisan

Meski kadang hidup tak selalu sesuai rencana, Denada merasa bersyukur dengan apa yang ia miliki saat ini. (Foto: Adrian Putra/Fimela)

Pengakuan dalam kasus sensitif seperti ini harus memiliki dasar kuat dan disampaikan pihak yang bersangkutan. Ressa Rizky Rossano merasa hak-haknya sebagai anak harus ditetapkan secara resmi melalui prosedur yang berlaku.

“Ya, pengakuan ini enggak hanya cukup di lisan, kami sedang memperjuangkan hak klien kami. Jadi hak-hak klien kami ini harus ditetapkan. Tapi itu yang ngomong kuasa hukumnya, bukan yang bersangkutan," Andika Meigista menyambung.

 


Ingin Denada Mengakui Secara Tertulis

Intip gaya Denada saat berada di atas panggung (@denadaindonesia)

Kehadiran sosok yang bersangkutan, Denada, lebih penting daripada kata-kata tim pengacara. Melansir video konferensi pers di kanal YouTube Intens Investigasi, Sabtu (31/1/2026), Ressa Rizky Rossano ingin Denada hadir secara nyata dan mengakuinya.

“Ya, penginnya dari Mbak (Denada) sendiri yang mengakui dan secara tertulis,” ujarnya. Meski demikian, Ressa Rizky Rossano sejatinya sudah memaafkan Denada. “(Saya) memaafkan,” ucap Ressa Rizky Rossano sembari tersenyum.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya