Destinasi Wisata Belanja Baru untuk Warga Semarang

Pusat perbelanjaan resmi dibuka pada Sabtu 23 Mei 2026 lalu yang merupakan sebuah destinasi gaya hidup dan pusat perbelanjaan terbaru di Kota Semarang,

oleh Tim RegionalDiterbitkan 09 Juni 2026, 16:39 WIB
Kota Lama, wisata di Semarang yang Populer. (dok. Instagram @semarangpemkot/https://www.instagram.com/p/B7UgKWmnfd7//Adhita Diansyavira)

Liputan6.com, Semarang - 23 Semarang Shopping Center resmi dibuka pada Sabtu 23 Mei 2026 lalu yang merupakan sebuah destinasi gaya hidup dan pusat perbelanjaan terbaru di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Lebih dari 200 tenant dari berbagai kategori usaha, antara lain, food and beverage (F&B), mode, kecantikan, kebutuhan rumah tangga, hingga berbagai kategori ritel lainnya dihadirkan di sini.

"Dengan berbagai tenant itu, 23 Semarang diharapkan dapat memberikan pilihan yang lebih beragam bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor perdagangan dan ekonomi di Semarang," ujar CFO Paradise Indonesia Surina, Selasa (9/6/2026).

"23 Semarang kami hadirkan bukan sekadar pusat perbelanjaan, tetapi sebuah lifestyle sanctuary yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman ruang yang lebih terbuka, hangat, dan terkoneksi dengan alam maupun komunitas yang akan terus berkembang bersama masyarakat Semarang," sambung dia.

Sementara itu, Direktur ID Kitchen Tommy menjelaskan, untuk melengkapi pengalaman kuliner pengunjung, 23 Semarang Shopping Center menghadirkan area food court yang dikelola oleh ID Kitchen Projection.

 

Ada yang Dipisahkan

Menurut Tommy, area ini terbagi menjadi dua, yaitu Bak&Co sebagai area kuliner nonhalal dan Eateria sebagai area kuliner halal. Keduanya menghadirkan beragam pilihan makanan dan minuman, baik sajian khas nusantara, maupun aneka kreasi kuliner dari Asia dan western.

"Konsep Eateria dan Bak&Co ini dari Amelia Gozali selaku pemilik dari Cornerstone Indonesia; satu grup dengan Plaza Indonesia, 23 Paskal, 23 Semarang, dan Beachwalk Bali," ucap dia.

"Dia ingin punya food court dengan konsep yang merupakan perpaduan konsep modern dengan makanan-makanan otentik yang legendaris. Nah, kita bekerja sama dengan Cornerstone untuk membawa tenant tersebut untuk hadir di 23 Semarang," sambung Tommy.

Menurut dia, area kuliner halal dan nonhalal sengaja dipisahkan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung muslim saat menikmati berbagai pilihan kuliner yang tersedia.

"Jadi, ada yang halal, ada juga yang nonhalal. Kita bedakan. Teman-teman yang muslim tidak perlu khawatir. Semua, baik piring, sendok, garpu, sampai pencucian, kita sudah bedakan," jelas Tommy.

 

Pembayaran yang Digunakan

Menurut Tommy, demi memperlancar proses transaksi di area food court ini, ID Kitchen Projection menggandeng YUKK Payment Gateway sebagai official payment partner.

Dia menjelaskan, YUKK Payment Gateway menyediakan QRIS untuk memudahkan para pengunjung melakukan pembayaran di semua tenant, baik di area Bak&Co maupun di Eateria. Pengunjung cukup memindai atau scan QRIS melalui e-wallet atau mobile banking.

"Kalau YUKK, sudah tidak perlu diragukan lagi, ya. Semua ekosistem pembayaran punya saya menggunakan YUKK. Pembayarannya tepat, gak pernah meleset, dan komunikasinya gampang," kata Tommy.

"Kita ada apa pun, gampang sekali penanganannya. Tenant semua di sini pun sudah kenal YUKK, ya. Mereka sangat mengapresiasi apa yang dilakukan YUKK selama ini," sambung dia.

 

Bukan Hal Baru

Sementara itu, Co-Founder & Chief Marketing Officer YUKK Payment Gateway Ngo Agustino menegaskan, mendukung kelancaran transaksi digital di area food court sebenarnya bukanlah hal baru bagi YUKK Payment Gateway.

Dia menjabarkan, sebelumnya, YUKK Payment Gateway telah dipercaya untuk menyediakan sistem pembayaran digital di berbagai food court, pusat perbelanjaan, maupun venue berskala besar di Indonesia antara lain Summarecon Mall Serpong, Mall @ Alam Sutera, 23 Paskal, NICE PIK (Nusantara International Convention Exhibition), ICE BSD (Indonesia Convention Exhibition), dan Living World Alam Sutera.

"Kami bangga dapat kembali dipercaya oleh ID Kitchen Projection untuk mendukung transaksi digital di food court yang mereka kelola, termasuk di Bak&Co dan Eateria yang berada di 23 Semarang Shopping Center ini," kata Agustino.

"Berbekal pengalaman dalam mendukung berbagai area food court dan pusat perbelanjaan di Indonesia, kami memahami pentingnya menghadirkan sistem pembayaran yang tidak hanya mudah digunakan oleh pengunjung, tetapi juga mampu mendukung kelancaran operasional tenant. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih nyaman bagi pengunjung, sekaligus mendukung efisiensi operasional tenant," sambung dia.

Menurut Agustino, selain menyediakan sistem pembayaran digital di berbagai food court, YUKK Payment Gateway juga mendukung berbagai festival dan event, antara lain, festival kuliner, festival mode, konser musik, hingga kegiatan olahraga, seperti sepak bola, badminton, dan biliar.

"Tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia, seperti Palembang, Jambi, Semarang, Surabaya, hingga Papua. Itu adalah wujud komitmen YUKK Payment Gateway dalam mendukung dan menguatkan ekosistem pembayaran digital di Indonesia," jelas Agustino.

Untuk diketahui, mengusung tema 'Semarang Starts Here', 23 Semarang hadir dengan konsep mixed-use lifestyle retail destination yang menggabungkan aktivitas belanja, hiburan, kuliner, dan komunitas dalam satu kawasan terpadu.

Pusat perbelanjaan yang dikelola oleh PT Indonesian Paradise Property, Tbk (Paradise Indonesia) ini berdiri di atas lahan seluas 65.000 meter persegi, tepatnya di kawasan mega superblok POJ City (Pearl of Java), Jalan Puri Anjasmoro Blok F1, Tawangsari, Semarang Barat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya