Cara Koni De Winter Menjawab Keraguan di AC Milan: Dari Cadangan ke Andalan!

Koni De Winter perlahan bangkit di AC Milan. Sempat kesulitan di awal, bek asal Belgia itu kini jadi pilihan utama dan meredam urgensi transfer bek tengah.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 30 Januari 2026, 21:27 WIB
Pemain AC Milan Koni De Winter merayakan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara Roma vs Milan di Roma, Italia, Minggu, 25 Januari 2026. (Alfredo Falcone/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan sempat dipusingkan dengan kebutuhan mendesak akan bek tengah baru sebelum Koni De Winter muncul. Performa yang naik-turun dan absennya beberapa pemain membuat Rossoneri aktif dikaitkan dengan sejumlah nama di bursa.

Namun, solusi itu perlahan muncul dari dalam skuad sendiri. Koni De Winter, bek asal Belgia, mulai menunjukkan perkembangan signifikan di paruh musim.

Awal kedatangannya memang tidak mudah. Datang dari tim papan bawah ke klub yang membidik Scudetto, De Winter butuh waktu untuk beradaptasi dengan tekanan dan tuntutan taktik yang lebih kompleks.

Kini, performanya berbicara. Dalam beberapa pekan terakhir, De Winter bukan hanya mengisi kekosongan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi stabilitas lini belakang Milan.


Adaptasi Sulit yang Berbuah Kepercayaan

Pemain Napoli, Rasmus Hojlund, berebut bola dengan pemain AC Milan Koni De Winter dalam laga Piala Super Italia di Riyadh, Arab Saudi, Jumat, 19 Desember 2025. (AP Photo/Altaf Qadri)

La Gazzetta dello Sport menyebut De Winter sebagai pemain dengan performa terbaik di 'musim dingin'. Di balik nada ringan itu, ada pengakuan serius atas peningkatan signifikan yang ia tunjukkan.

Pada bulan-bulan awal, De Winter kerap melakukan kesalahan taktis dan penempatan posisi. Ia terlihat kehilangan ritme, bahkan tampak terlalu memaksakan diri untuk tampil impresif.

Situasi itu membuatnya jauh dari versi terbaik seperti saat membela Bologna. Tekanan bermain di klub besar membuatnya terlihat canggung dan tidak lepas dari rasa gugup.

Namun, di bawah arahan Massimiliano Allegri, De Winter perlahan menemukan pijakan. Kesabaran sang pelatih menjadi kunci bagi proses adaptasi bek Belgia tersebut.


Performa Stabil yang Mengubah Peta Milan

Pemain Genoa, Koni De Winter (kanan) berebut bola dengan pemain Juventus, Andrea Cambiaso pada laga lanjutan Liga Italia 2023/2024 di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Italia, Sabtu (16/12/2023) dini hari WIB. Terdapat pula angka 130 di bawah logo genoa yang berbentuk Griffin (makhluk mitologis bertubuh singa dengan kepala dan sayap rajawali). (AFP/Marco Bertorello)

Peningkatan De Winter tidak datang tiba-tiba. Allegri terus memberinya kesempatan, sekaligus menemukan peran ideal dalam skema tiga bek yang diterapkan Milan.

Kepercayaan itu dibalas dengan performa yang semakin matang. De Winter mulai membaca permainan dengan lebih baik dan tampil tenang dalam duel satu lawan satu.

Gol krusialnya ke gawang AS Roma menjadi simbol kepercayaan diri yang tumbuh. Namun, kontribusi terpentingnya justru terlihat dari konsistensi selama absennya Strahinja Pavlovic.

Kini, kebutuhan mendesak itu mereda. De Winter telah menyelesaikan masalah dalam skuad, memberi Milan stabilitas sekaligus ruang untuk berhemat.

Sumber: SempreMilan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya