Real Madrid Dipermalukan Benfica, Jude Bellingham Geram: Banyak Talenta Tapi Gagal di Hal Dasar

Jude Bellingham tampak sangat terpukul ketika diwawancarai usai Real Madrid takluk 2-4 dari Benfica di ajang Liga Champions.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 29 Januari 2026, 23:26 WIB
Gianluca Prestianni berebut bola dengan Jude Bellingham dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026. (AP Photo/Armando Franca)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid harus menelan pil pahit di ajang Liga Champions usai takluk 2-4 dari Benfica pada laga yang digelar di Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.

Kekalahan tersebut bukan hanya menyakitkan dari sisi skor, tetapi juga berdampak besar pada posisi Los Blancos yang terpaksa turun ke babak play-off dan menjalani dua laga tambahan pada Februari mendatang.

Hasil ini langsung memicu gelombang kritik di Spanyol. Pelatih Alvaro Arbeloa secara terbuka mengambil tanggung jawab atas performa buruk timnya.

Di sisi lain, Kylian Mbappe tak segan melontarkan kritik keras kepada rekan-rekannya dengan menyebut penampilan Real Madrid sebagai sesuatu yang “memalukan”.

Namun sorotan utama tertuju pada Jude Bellingham. Gelandang asal Inggris itu tampak sangat terpukul ketika diwawancarai usai pertandingan.


Bellingham: Kekalahan yang Sangat Menyakitkan

Skuad Jose Mourinho mengalahkan Real Madrid dengan skor meyakinkan 4-2. (AFP/FILIPE AMORIM)

Berbicara kepada CBS Golazo, Bellingham mengaku sulit menemukan kata-kata untuk menggambarkan perasaannya setelah kekalahan tersebut.

“Rasanya mengerikan kalah seperti ini, dengan cara seperti ini. Saya kehabisan kata-kata untuk pertandingan-pertandingan seperti ini,” ujar Bellingham.

“Kami harus meninjaunya besok, melihat gol-gol yang kami kebobolan dan hal-hal lainnya. Saat ini semuanya masih terasa mentah, saya bahkan belum tahu harus berpikir apa.”


Soal Intensitas dan Hal-Hal Dasar

Vangelis Pavlidis ditekel oleh Aurelien Tchouameni dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026. (AP Photo/Armando Franca)

Ketika ditanya apakah perbedaan intensitas permainan menjadi faktor utama kekalahan Real Madrid, Bellingham menjawab dengan sangat tegas.

“Ya, 100 persen itu faktor utama,” katanya.

“Mereka memenangkan duel, berlari lebih keras, menekan lebih baik, menguasai bola-bola kedua. Itu hal-hal dasar yang tidak kami lakukan dengan baik.”

Menurut Bellingham, Real Madrid sebenarnya memiliki kualitas individu yang luar biasa. Namun bakat saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kerja keras dalam aspek fundamental permainan.

“Kami punya begitu banyak talenta, pemain yang bisa menciptakan keajaiban kapan saja. Tapi kalau kamu tidak melakukan hal-hal dasar dengan benar, kamu pasti akan dihukum,” tegasnya.


Fokus Bangkit di Babak Play-off

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, bereaksi selama pertandingan fase liga Liga Champions melawan Benfica di Stadion Da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (Patricia De Melo Moreira/AFP)

Meski kecewa, Bellingham menyadari bahwa Real Madrid tidak punya banyak pilihan selain bangkit dan menatap laga berikutnya dengan serius.

“Kami sudah berada di posisi ini sekarang. Kamu bisa saja mengeluh, tapi faktanya kami tidak berada di delapan besar,” ucapnya.“Kami harus mendekati pertandingan selanjutnya dengan intensitas seperti laga perempat final. Tidak ada pilihan lain selain terus melangkah.”

Kekalahan dari Benfica menjadi alarm keras bagi Real Madrid. Dengan jadwal yang semakin padat dan tekanan yang meningkat, Los Blancos dituntut segera berbenah jika tak ingin langkah mereka di Liga Champions terhenti lebih cepat dari harapan.

Sumber: CBS Golazo

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya