Mommy Brain Bukan Mitos, Ini 8 Cara Mengatasinya agar Ibu Tidak Mudah Lupa

Mommy brain nyata adanya. Berikut delapan cara yang bisa diupayakan untuk mengatasi mommy brain.

oleh Benedikta DesideriaNurul Hikmah AzzahraDiterbitkan 04 Februari 2026, 09:00 WIB
Mommy brain (Foto dok: Freepik/Pvproductions).

Liputan6.com, Jakarta - Mommy brain adalah sebuah kondisi yang banyak dialami perempuan usai melahirkan. Fenomena ini meliputi perubahan kognitif seperti gangguan ingatan, fluktuasi perhatian, dan penurunan kemampuan multitasking. 

Penyebab mommy brain ada beragam, termasuk perubahan hormon seperti peningkatan kadar estrogen dan progesteron. Lalu, kurang tidur juga bisa membuat ibu baru jadi alami mommy brain. 

Tuntutan multitasking saat menjadi ibu baru seperti mengasuh anak, pekerjaan, dan tugas harian bisa membebani otak sehingga fisik mudah merasa kelelahan.

Dengan menyadari mommy brain maka dapat membuat seseorang mengerti bahwa semua yang terjadi setelah melahirkan menjadi masuk akal. Namun, Anda mungkin masih ingin mengetahui beberapa gejala "mommy brain" yang paling umum. Berikut beberapa tanda umum mengalami mommy brain:

a. Sulit Fokus 

Konsentrasi pada tugas menjadi sulit karena pikiran terganggu tentang pengasuhan anak atau tanggung jawab rumah tangga.

b. Sering Lupa

Anda sering lupa menaruh barang, lupa ada janji temu, lupa tugas dan hal-hal kecil yang biasa Anda lakukan.

c. Sulit Memilih Kata-Kata Saat Berbicara

Anda lupa akan berbicara apa, atau sulit untuk menemukan kata-kata saat sedang berbicara. 

8 Cara Efektif Mengatasi Mommy Brain

 

Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi mommy brain:

1. Prioritaskan Tidur

Sulit untuk menjaga waktu tidur setelah melahirkan tetapi cobalah untuk tetap menjaga pola tidur yang konsisten dan tidur siang saat bayi tidur. Serta minta bantuan suami untuk mejaga atau mengasuh anak.

2. Jaga Pola Makan

Konsumsi makanan yang seimbang seperti sayuran, buah, biji-bijian, daging tanpa lemak dan ikan untuk menyehatkan tubuh dan otak Anda. Serta minum air yang cukup agar tidak dehidrasi.

3. Olahraga

Olahraga teratur dapat meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif. 

4. Dukungan Sosial

Ilustrasi Pasangan Suami Istri Credit: unsplash.com/cottonbro

Berinteraksilah dengan orang tua, teman atau saudara untuk berbagi pengalaman dan mencari nasehat. Sehingga mengurangi perasaan berjuang sendirian.

5. Jadwal Rutinitas

Belajar untuk membangun rutinitas yang konsisten, sehingga dapat membantu meminimalkan beban kognitif dengan menjadikan tugas sebagai kebiasaan bukan beban. 

6. Mindfulness

Cobalah untuk meditasi dan latihan pernapasan dalam untuk meningkatkan fokus dan mengelola stres.

7. Selesaikan Tugas Satu Persatu

Hindari membebani diri dengan terlalu banyak tugas. Cobalah untuk memecah tugas dengan mengerjakan hal yang lebih mudah dikelola agar tidak terlalu membebani dan lebih cepat selesai.

8. Self Love

Sayang diri Anda dan hindari overthinking, akui bahwa Anda sudah merasa lelah jangan paksa untuk melanjutkan tugas. Beri ruang untuk istirahat dan fokuslah pada aspek positif ketika menjadi seorang ibu.

 

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya