IHSG Diproyeksikan Menghijau ke Level Segini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat di level 8.200 pada perdagangan hari ini

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 11 Februari 2026, 07:39 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Analis Pasar Modal Hendra Wardana memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini menguat di level 8.200. 

"Memasuki perdagangan berikutnya, secara teknikal IHSG masih memiliki kecenderungan menguat. Indeks berpeluang menguji area psikologis 8.200 sebagai target terdekat," kata Hendra kepada Liputan6.com, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, level ini menjadi area kunci karena mencerminkan batas atas konsolidasi jangka pendek sekaligus uji kekuatan minat beli.

Apabila IHSG mampu menembus dan bertahan di atas 8.200, maka peluang penguatan lanjutan akan terbuka menuju resistance klasik di level 8.306, yang sebelumnya menjadi area distribusi dan rawan tekanan jual.

Di sisi bawah, area 8.000 kini berperan sebagai support psikologis utama. Selama IHSG mampu bertahan di atas level ini, struktur teknikal pasar masih tergolong sehat dan koreksi yang terjadi dapat dikategorikan sebagai pullback yang wajar. 

"Penurunan ke bawah 8.000 berpotensi mengubah sentimen pasar menjadi lebih berhati-hati dan meningkatkan volatilitas, terutama di tengah kondisi arus dana asing yang masih belum sepenuhnya kembali," ujarnya.

 

 

Strategi Investor

Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Hendra menilai dengan kondisi tersebut, strategi investor ke depan perlu tetap mengedepankan kehati-hatian yang terukur. Kenaikan indeks sebaiknya tidak disikapi dengan euforia berlebihan.

"Strategi buy on weakness masih relevan selama IHSG bertahan di atas support 8.000, khususnya pada saham-saham berfundamental kuat, likuid, dan memiliki eksposur domestik yang solid," ujarnya.

Di sisi lain, area mendekati 8.200 hingga 8.306 menjadi zona yang wajar untuk melakukan pengamanan profit jangka pendek, sembari menunggu konfirmasi lanjutan arah pasar.

IHSG Menguat

IHSG menguat 24,13 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.196,75. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun pada perdagangan Selasa (10/2) IHSG ditutup menguat 1,24% ke level 8.131 dan bertahan di zona hijau sepanjang sesi, mencerminkan adanya minat beli yang relatif konsisten sejak awal perdagangan.

Secara keseluruhan, penguatan IHSG saat ini mencerminkan optimisme yang mulai tumbuh, namun belum sepenuhnya solid. Pasar sedang bergerak dalam fase transisi, dari sekadar technical rebound menuju pembentukan tren yang lebih berkelanjutan. 

"Kunci ke depan terletak pada konsistensi kebijakan pasar modal, kejelasan reformasi struktural, serta kemampuan otoritas dan pelaku pasar menjaga kepercayaan investor, khususnya investor global," pungkasnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya