Jose Mourinho Akui Sempat Salah Hitung di Laga Benfica vs Real Madrid

Jose Mourinho mengaku sempat tak tahu Benfica butuh satu gol lagi ke gawang Real Madrid demi lolos ke play-off Liga Champions.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 29 Januari 2026, 14:03 WIB
Benfica menciptakan salah satu malam paling bersejarah di Liga Champions musim ini setelah menundukkan Real Madrid dengan skor 4-2, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan dramatis itu memastikan langkah tim asuhan Jose Mourinho itu ke fase play-off, sekaligus menorehkan cerita yang akan dikenang lama di Estadio da Luz. (AP Photo/Armando Franca)

Liputan6.com, Jakarta - Benfica menciptakan malam Eropa yang dramatis saat menjamu Real Madrid di matchday 8 Liga Champions 2025/2026. Bermain di Estadio da Luz, Kamis (29/01/2026), skuad asuhan Jose Mourinho menang 4-2 dalam laga penuh ketegangan hingga detik akhir.

Kemenangan itu terasa semakin emosional karena Benfica sempat tertinggal lebih dulu. Real Madrid membuka skor lewat Kylian Mbappe, sebelum tuan rumah bangkit dengan permainan menyerang yang konsisten.

Gol demi gol mengalir hingga Benfica unggul 3-2, namun situasi klasemen belum sepenuhnya aman. Tekanan memuncak di masa injury time ketika hasil di lapangan ternyata belum cukup.

Drama akhirnya mencapai klimaks saat kiper Anatoliy Trubin mencetak gol penentu di menit ke-90+8. Gol itu bukan hanya menutup kemenangan, tetapi juga memastikan Benfica lolos ke babak play-off Liga Champions.


Mourinho Tegaskan Benfica Pantas Menang

Benfica sejatinya nyaris tersingkir secara menyakitkan. Meski unggul 3-2 hingga detik-detik akhir, mereka terancam kalah agregat gol. Namun gol dari Anatoliy Trubin mengubah nasib mereka hingga akhirnya berhasil merebut tiket terakhir ke babak play-off Liga Champions. (AP Photo/Armando Franca)

Jose Mourinho tak ragu melontarkan pujian kepada para pemainnya usai laga. Ia menilai Benfica menunjukkan karakter dan mental yang dibutuhkan untuk menaklukkan tim sekelas Real Madrid.

Di laga tersebut, Madrid sedikit lebih unggul dari Benfica dalam penguasaan bola. Namun sang tuan rumah bermain lebih agresif dan mencatatkan banyak tembakan ke pertahanan Thibaut Courtois.

Mourinho menegaskan kepuasan atas performa timnya dalam kutipan berikut. “Saya pikir kami pantas mendapatkannya, kami benar-benar pantas mendapatkannya,” kata Mourinho kepada Movistar, via ESPN.

“Kylian [Mbappe] memiliki dua peluang, dan mencetak dua gol. Bagi Benfica, mengalahkan Real Madrid adalah hal yang sangat bergengsi. Ini fantastis," serunya.


Mourinho Akui Sempat Salah Hitung

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, merayakan kemenangan atas Real Madrid bersama anak gawang di Liga Champions, di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Armando Franca)

Di balik euforia kemenangan, Mourinho mengungkap adanya kebingungan di menit-menit akhir laga. Ia mengaku sempat mengira skor 3-2 sudah cukup untuk membawa Benfica lolos ke play-off.

Kesalahan informasi itu terjadi saat ia melakukan pergantian pemain terakhir. Situasi tersebut membuat Benfica hampir kehilangan kesempatan emas meski sudah unggul di lapangan.

Untungnya, momen krusial berpihak pada Benfica lewat situasi bola mati. Tendangan bebas di masa injury time memberi peluang tak terduga bagi kiper Anatoliy Trubin untuk maju ke kotak penalti lawan.

Mourinho menjelaskan situasi tersebut secara terbuka setelah pertandingan. “Ketika saya melakukan pergantian pemain terakhir, [Franjo] Ivanovic dan [Antonio] Silva, saya diberi tahu [skornya] sudah cukup, jadi mari kita selesaikan pertandingan,” kata Mourinho kepada Paramount+, via ESPN.

“Beberapa detik kemudian, mereka memberi tahu saya bahwa kami membutuhkan satu gol lagi, tetapi saya tidak dapat melakukan pergantian pemain lagi. Itu adalah poin keberuntungan, mendapatkan tendangan bebas, yang memungkinkan kami untuk bermain dengan pemain hebat [Trubin]," pujinya.

(ESPN)


Klasemen Liga Champions

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya