Liputan6.com, Jakarta - Tim esports wakil Indonesia lagi-lagi memperlihatkan tajinya di panggung dunia. Dalam ajang APAC Predator League 2026 di New Delhi, India, Boom Esports dan Rekonix sukses melangkah hingga babak Grand Final.
Walau belum sukses menjadi juara, kedua tim menutup turnamen sebagai runner-up dan membawa pulang hadiah sebesar USD 20.000 setelah melawan tim-tim terbaik Asia Pasifik di kategori Valorant dan Dota 2.
Advertisement
Ajang kompetisi di Bharat Mandapam Convention Centre ini mempertemukan tim-tim kuat dari 14 region Asia Pasifik, dan menjadi turnamen pembuktian tim esports dari negara mana yang paling kuat di kawasan ini.
Sebagai perwakilan Indonesia di Valorant, Boom Esports tampil meyakinkan sejak fase grup di mana mereka berhasil mengamankan kemenangan saat melawan Team NKT, GGEZ, dan LIT Esports.
Penampilan yang konsisten ini berlanjut di semifinal ketika Boom Esports sukses menumbangkan XIPTO, dan memastikan tiket ke babak final melawan Fancy United Esports asal Vietnam.
Duel Boom Esports vs Fancy United Esports pun berjalan sengit dan panas di dua map. Wakil Indonesia memberikan perlawanan ketat hingga laga berakhir.
Namun, permainan dan gameplay Fancy United Esports masih lebih solid hingga membuat tim Vietnam itu keluar sebagai juara.
Di kategori DOTA 2, Rekonix memulai perjalanan mereka dari upper bracket. Tampil dengan disiplin dan strategi matang membuat tim esports wakil Indonesia ini melaju hingga babak final.
Di laga penentuan Rekonix berhadapan dengan Myth Avenue Gaming, tim kuat asal Malaysia sekaligus juara musim sebelumnya. Walau begitu, wakil Tanah Air tetap tampil percaya diri dengan mental juara.
Duel kedua tim pun berjalan intens dan penuh tekanan. Sayangnya, Rekonix masih mampu menumbangkan Myth Avenue Gaming dan harus berpuas diri sebagai runner up.
Menutup gelaran tahun ini, panitia resmi mengumumkan Vietnam sebagai tuan rumah Grand Final APAC Predator League 2027.
Sementara itu, Predator League Indonesia rencananya akan kembali membuka sesi pendaftaran bagi tim-tim esports di Tanah Air yang ingin memburu tiket ke panggung Asia Pasifik tahun depan.
Pencapaian Boom Esports dan Rekonix di APAC Predator League 2025 menjadi bukti ekosistem esports di Indonesia semakin matang, dan mampu bersaing dengan tim-tim kuat di beragam judul game yang dikompetisikan.
Acer Bawa Laptop Gaming Predator dan Nitro Baru di CES 2026
Di sisi lain, Acer memamerkan sejumlah lini laptop gaming, Predator dan Nitro terbaru mereka di ajang tahunan Consumer Electronic Shows 2026 (CES 2026).
Seluruh perangkat ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra Series 3 dan GPU Nvidia GeForce RTX 50 series, sebagaimana dikutip dari keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Tampil sebagai bintang utama, laptop gaming baru Acer ini mengusung prosesor Intel Core Ultra 9 386H dan GPU Nvidia GeForce RTX 5070, dan dikemas dalam sasis logam ramping dengan ketebalan 18,9mm.
Dengan kombinasi ini, Helios Neo 16S AI terlihat menonjol dari sisi performa sekaligus desain. Perusahaan melengkapi laptop ini dengan layar OLED WQXGA 16 inci.
Dibekali panel ini, layar laptop menawarkan kontras tinggi, warna akurat, dan dukungan HDR menunjang kebutuhan gaming maupun pekerjaan kreatif.
Performa tinggi laptop ini juga didukung dengan sistem pendingin 3D AeroBlade Generasi ke-5, dan liquid metal untuk menjaga performa tetap stabil saat menjalankan beban berat.
Laptop buatan perusahaan asal Taiwan ini juga sudah berstatus Copilot+ PC berbasis Windows 11. Laptop ini mengandalkan NPU dengan kemampuan AI lebih dari 45 TOPS, dan disertai fitur Live Captions dan Image Creator untuk menunjang komunikasi, produktivitas, dan kreativitas pengguna.
Nitro V16 Series AI
Di segmen harga terjangkau, Acer mengungkap Nitro V16 AI dan Nitro V 16S AI dirancang sebagai laptop gaming serbaguna untuk gamer kasual dan harga lebih murah.
Nitro V16 AI hadir dengan performa solid menggunakan prosesor Intel Core Ultra 7 355 dan GPU RTX 5070, dan sudah dilengkapi layar 16 inci 180Hz.
Sementara itu, Nitro V16S AI mengusung bodi lebih tipis, kurang dari 17,9mm. Model ini menyasar pengguna dengan mobilitas tinggi tetap ingin merasakan performa laptop gaming modern.
Predator Galea 570
Selain laptop, perusahaan juga melengkapi ekosistem gaming Predator mereka dengan memperkenalkan headset Predator Galea 570 yang dilengkapi driver 50 mm dan teknologi Environmental Noise Cancellation.
Perusahaan menjelaskan, headset barunya ini sudah mendukung tiga mode konektivitas dan diklaim mampu bertahan hingga 30 jam penggunaan.
Melengkapi lini gaming milik Acer adalah mouse Predator Cestus 530. Perusahaan melengkapi perangkat ini dengan sensor PixArt PAW3395 dengan DPI hingga 26.0000 dan polling rate 8.000Hz.
Perusahaan mengatakan, mouse gaming baru ini menyasar gamer kompetitif yang membutuhkan presisi tinggi dan respons cepat saat bermain atau pertandingan.
Acer menyatakan, seluruh lini Predator dan Nitro terbaru ini akan tersedia secara bertahap. Sayangnya, perusahaan masih belum mengungkap masing-masing harga dan kapan produk gaming ini tersedia di Indonesia.