Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok signifikan pada perdagangan saham Rabu, (28/1/2026). IHSG hari ini tertekan terdorong pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk membekukan perubahan terkait indeks dalam tinjauan indeks Februari 2026.
Pengumuman MSCI itu juga telah memicu aksi dana investor asing keluar dari pasar saham Indonesia. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026), IHSG hari ini ditutup turun 7,35% ke posisi 8.320.55. Pada Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.596,17 dan level terendah 8.187,73.
Advertisement
Total volume perdagangan saham mencapai 57,78 miliar saham dengan nilai transaksi harian saham Rp 45,43 triliun. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 3,91 juta kali transaksi. Adapun koreksi IHSG ini juga mendorong kapitalisasi pasar saham menjadi Rp 15.093 triliun.
Investor asing pun melepas saham Rp 6,17 triliun dalam satu hari. Dengan demikian, aliran dana investor asing yang sudah keluar mencapai Rp 3,71 triliun pada 2026.
Sebelumnya, IHSG dibuka dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66 persen ke posisi 8.382,48. Dikutip dari Antara, Rabu pekan ini, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 55,95 poin atau 6,39 persen ke posisi 820,16.
“IHSG dibuka dengan koreksi masif sebesar -6,5% yang disebabkan oleh pengumuman terbaru dari MSCI tentang 3 langkah sementara dari hasil peninjauan transparansi kepemilikan saham di Indonesia,” demikian seperti dikutip dari riset Syailendra Capital.
Tiga langkah sementara yang diambil oleh MSCI antara lain:
1.MSCI membekukan kenaikan foreign inclusion factor (FIF) dan jumlah saham yang dihitung di indeks. “Artinya bobot saham di indeks global tidak bisa naik,” demikian seperti dikutip.
2.MSCI tidak akan menambahkan saham Indonesia yang bar uke indeks MSCI termasuk hasil initial public offering (IPO) atau saham lain yang memenuhi syarat.
3.Saham Indonesia tidak bisa naik ke kelas indeks yang lebih tinggi. Misalnya dari small cap ke standard index.
"Langkah ini bertujuan mengurangi risiko bagi investor global sambil menunggu perbaikan transparansi pasar di Indonesia dengan batas waktu sampai Mei 2026,”
Syailendra melihat ke depan, investor akan kembali mencermati pilihan saham yang fokus ke kondisi fundamental yang solid (growth earnings terjaga), mampu membayar dividen dengan yield yang atraktif, komoditas tertentu seiring dengan pembatasan supply yang mendorong kenaikan harga komoditas global dan melakukan aksi korporasi tertentu dengan risk to reward yang menarik.
Sektor Saham
Total frekuensi perdagangan saham 3.990.870 kali dengan volume perdagangan saham 60,9 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 45,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.704.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham infrastruktur terpangkas 10,15%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 8,99%, sektor saham basic melemah 6,3%, sektor saham industri merosot 6,60%.
Selanjutnya sektor saham consumer nonsiklikal turun 3,96%, sektor saham siklikal terperosok 6,43%, sektor saham kesehatan melemah 4,84%. Lalu sektor saham keuangan turun 4,35%, sektor saham properti susut 6,35%, sektor saham teknologi melemah 7,55% dan sektor saham transportasi susut 7,36%.
Gerak Saham
Saham BVIC melemah 4,72% ke posisi Rp 121 per saham. Harga saham BVIC dibuka turun dua poin ke posisi Rp 125 per saham. Saham BVIC berada di level tertinggi Rp 125 dan level terendah Rp 112 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.399 kali dengan volume perdagangan saham 552.134 saham. Nilai transaksi harian Rp 6,6 miliar.
Harga saham BBYB melemah 6,54% ke posisi Rp 400 per saham. Harga saham BBYB dibuka turun delapan poin ke posisi Rp 420 per saham. Saham BBYB berada di level tertinggi Rp 424 dan level terendah Rp 384 per saham. Total frekuensi perdagangan 10.217 kali dengan volume perdagangan saham 1.154.659 saham. Nilai transaksi Rp 46 miliar.
Harga saham INKP susut 11,40% ke posisi Rp 9.325 per saham. Saham INKP dibuka melemah Rp 1.050 per saham ke posisi Rp 9.475 per saham dari penutupan sebelumnya di Rp 10.525 per saham. Saham INKP berada di level tertinggi Rp 9.850 dan level terendah Rp 8.950 per saham. Total frekuensi perdagangan 23.584 kali dengan volume perdagangan 525.688 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 491,7 miliar.
Saham PTRO merosot 14,87% ke posisi Rp 7.300 per saham. Harga saham PTRO dibuka turun Rp 1.275 per saham menjadi Rp 7.300 per saham. Harga saham PTRO berada di level tertinggi Rp 7.300 dan level terendah Rp 7.300 per saham. Total frekuensi perdagangan 13.357 kali dengan volume perdagangan saham 246.775 saham. Nilai transaksi Rp 180,1 miliar.