Laporan Kinerja LSF 2025, Tingkatkan Pengawasan dan Gencarkan Budaya Sensor Mandiri

Capaian Kinerja LSF 2025 Soroti Edukasi dan Wujudkan Tontonan Sehat (28/1/2026).

oleh Nanda Salsabila NazhifaDiterbitkan 29 Januari 2026, 16:02 WIB
Konferensi Pers Laporan Kinerja LSF Tahun 2025, Rabu (28/1) di Jakarta. (Liputan6.com/Nanda Salsabila).

Liputan6.com, Jakarta - LSF atau Lembaga Sensor Film menganggap tahun 2020 sebagai momentum penting bagi meningkatkan pengawasan ketat terhadap konten perfilman sekaligus menggencarkan budaya sensor mandiri di kalangan pelaku industri kreatif.

LSF di tahun 2025 terus berfokus pada kemajuan perfilman nasional yang baik dan bermutu juga melalui program penyensoran dan literasi tontonan. Hal ini terungkap dalam pemaparan Laporan Kinerja Tahun LSF Tahun 2025 dengan tema besar “Transformasi Sensor Memajukan Perfilman Nasional”, Rabu (28/1) di Jakarta.

Pada tahun 2025, LSF berhasil melakukan penyensoran terhadap film dan iklan, juga menerbitkan surat tanda lulus sensor (STLS) sebanyak 41.104 (empat puluh satu ribu seratus empat) judul film. Baik film, iklan penayangan bioskop, televisi serta media penayangan lainnya. Selain menerbitkan surat tanda lulus sensor, LSF tahun ini juga menerbitkan surat tanda tidak lulus sensor pada dua belas judul film asing.


Budaya Sensor Mandiri

Laporan Kinerja Lembaga Sensor Film (LSF) 2025 menyoroti transformasi sensor untuk memajukan perfilman nasional, LSF meningkatkan pengawasan melalui tingkat kepatuhan tinggi (99,77%) materi lulus tanpa revisi) dan gencarkan budaya sensor mandiri via sosialisasi serta iklan layanan masyarakat di 378 gerbong KRL.

Tahun 2025 masih menjadi tahun yang terbaik dan kompetitif bagi film nasional, jumlah produksi film nasional untuk layar lebar menyamai jumlah film asing yang tayang di indonesia. dengan angka sebanyak (dua ratus tujuh puluh) judul film nasional, dibanding (dua ratus tujuh puluh lima) judul film asing.

Hal ini menjadi indikator keberhasilan bahhwa ekosistem perfilman nasional terus tumbuh, makin berkembang dan terus semakin kompetitif. Maka dari itu lembaga sensor film hadir dalam upaya peningkatan kualitas literasi tontonan dengan gerakan budaya sensor mandiri, menonton sesuai usia.


Capaian Utama

Gerakan ini difokuskan sejak 2021, terintegrasi dalam Anugerah LSF 2025 untuk edukasi sineas dan masyarakat memilih tontonan sesuai usia. Konferensi pers pada 28 Januari 2026 tekankan kontribusi ini terhadap kemajuan perfilman.  

Pencapaian utama yang di dapati Lembaga Sensor Film Indonesia yaitu, Produksi film dan iklan nasional mencapai 23.462 judul (63,57%), melebihi impor 13.452 judul (36,43%).

LSF juga modernisasi situs lsf.go.id agar ramah disabilitas dan raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik kategori Informatif (skor 91,43) judul di 18 kategori edukasi klasifikasi usia dan literasi tontonan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya