Napoli vs Chelsea: Reuni dan Malam Hidup-Mati Antonio Conte di Liga Champions

Jelang Napoli vs Chelsea matchday ke-8 Liga Champions. Il Partenopei wajib menang di Stadion Diego Maradona demi menjaga harapan ke babak play-off 16 Besar.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 28 Januari 2026, 16:49 WIB
Pelatih Napoli, Antonio Conte saat laga Liga Champions melawan Benfica, 11 Desember 2025. Ia menuntut menang di laga Napoli vs Milan di Piala Super Italia. (AP Photo/Armando Franca)

Liputan6.com, Jakarta - Napoli berada di persimpangan jalan paling genting musim ini. Menjamu Chelsea pada matchday ke-8 Liga Champions, Kamis (28/1) dini hari WIB, Il Partenopei mempertaruhkan sisa asa mereka di Stadion Diego Maradona.

Pasukan Antonio Conte kini terdampar di peringkat ke-25 klasemen dengan delapan poin dari tujuh laga. Posisi itu belum sepenuhnya menutup peluang, tetapi membuat Napoli tak lagi memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri.

Kemenangan menjadi syarat mutlak. Bahkan itu pun belum cukup, karena Napoli masih harus berharap tim-tim di atas mereka terpeleset agar tiket ke babak play-off 16 Besar tetap terbuka.

Chelsea datang dengan situasi yang tak sepenuhnya nyaman. Meski nyaris menembus delapan besar, kekalahan atau hasil buruk di Naples berpotensi menyeret The Blues keluar dari zona aman Liga Champions.


Napoli di Ujung Tanduk, Conte dan Hubungan Rumit dengan Liga Champions

Rasmus Hojlund (Napoli) merayakan gol ke gawang Sporting dalam laga Liga Champions di Diego Armando Maradona stadium, 1 Oktober 2025. (Alessandro Garofalo//LaPresse via AP)

Musim ini berjalan jauh dari kata ideal bagi Napoli. Performa inkonsisten di Eropa membuat mereka terus tertatih hingga pekan terakhir fase liga.

Hasil imbang 1-1 melawan FC København menjadi pukulan telak. Tambahan satu poin itu menempatkan Napoli di posisi ke-25, situasi yang memaksa mereka menggantungkan nasib pada kombinasi hasil laga lain.

Bagi Antonio Conte, Liga Champions selalu menjadi kompetisi dengan relasi yang kompleks. Ia dikenal pragmatis dan dominan di liga domestik, tetapi kerap kesulitan menjaga konsistensi di panggung Eropa.

Namun, duel melawan Chelsea memberi konteks emosional tersendiri. Conte akan berusaha membuktikan bahwa Napoli masih layak diperhitungkan, sekaligus menjaga harga diri di hadapan publik sendiri.


Reuni Kecil di Stadion Diego Maradona

Romelu Lukaku saat masih bersama Chelsea ikut serta dalam rombongan The Blues pada laga melawan Indonesian All-Star di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Lukaku mencetak dua gol ke gawang Indonesia. (AFP/Bay Ismoyo)

Laga ini juga dibumbui aroma reuni dan luka lama. Billy Gilmour dipastikan absen karena cedera, tetapi Antonio Conte dan Romelu Lukaku tersedia untuk menghadapi mantan klub mereka.

Conte masih dikenang sebagai pahlawan di Stamford Bridge, pelatih terakhir yang membawa Chelsea menjuarai Premier League. Status itu membuat duel ini sarat emosi, meski fokus utamanya tetap pada kelolosan.

Berbeda dengan Conte, hubungan Lukaku dengan Chelsea berakhir pahit. Wawancara kontroversialnya beberapa bulan setelah bergabung merusak relasi dengan klub dan suporter.

Striker Belgia itu baru pulih dari cedera dan kemungkinan tidak menjadi starter. Namun, jika ia masuk ke lapangan, atmosfer Stadion Diego Maradona berpotensi memanas, menambah dramatis laga penentuan ini.

Sumber: FotMob

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya