Benfica vs Real Madrid: Reuni Panas Jose Mourinho, Nasib Benfica Dipertaruhkan di Stadion Da Luz

Jelang Benfica vs Real Madrid matchday ke-8 Liga Champions. Reuni Jose Mourinho dengan Los Blancos di Da Luz jadi penentu nasib Benfica menuju fase gugur.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 28 Januari 2026, 16:28 WIB
Jose Mourinho saat diperkenalkan sebagai pelatih Benfica. (AP Photo/Ana Brigida)

Liputan6.com, Jakarta - Stadion da Luz akan menjadi panggung duel sarat emosi saat Benfica menjamu Real Madrid pada matchday ke-8 Liga Champions, Kamis (28/1) dini hari WIB. Laga ini krusial bagi Benfica racikan Jose Mourinho yang masih berjuang mengamankan tiket ke fase gugur.

Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Ada narasi besar tentang reuni Mourinho dengan Real Madrid, klub yang pernah ia bawa menjuarai La Liga dan membentuk fondasi era kejayaan berikutnya di Santiago Bernabeu.

Benfica datang dengan tekanan tinggi. Posisi mereka belum aman, dan hanya kemenangan atas Real Madrid yang membuka peluang lolos ke babak knockout, itu pun masih bergantung pada hasil laga lain.

Sebaliknya, Real Madrid melangkah ke Lisbon dengan status lebih nyaman. Los Blancos sudah memastikan tempat di fase gugur dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk hampir pasti mengamankan tiket langsung ke babak 16 Besar.


Mourinho, Da Luz, dan Luka Lama Bernama Real Madrid

Sebagai pelatih baru Real Madrid, Alvaro Arbeola tak bakal ikuti jejak kepelatihan Jose Mourinho. (AFP)

Jelang laga ini, nama Jose Mourinho kembali menjadi sorotan. Ketika Xabi Alonso meninggalkan Real Madrid sebagai manajer, Mourinho sempat dikaitkan dengan kursi panas Bernabeu sebelum ia menepis rumor tersebut dengan menyebut tidak tertarik pada “sinetron.”

Ironisnya, suasana sinetron justru menyelimuti Benfica. Ratusan penggemar turun ke luar tempat latihan klub pekan lalu, memprotes performa tim yang dinilai jauh dari ekspektasi.

Di bawah Mourinho, Benfica memang belum tersentuh kekalahan di kompetisi domestik. Namun, jarak tujuh poin dari puncak klasemen membuat situasi tetap tidak ideal, apalagi dengan ancaman tersingkir lebih awal dari Liga Champions.

Laga kontra Real Madrid pun menjadi titik balik atau titik jatuh. Kemenangan adalah satu-satunya jalan bagi Benfica untuk menjaga asa, sekaligus menjadi pembuktian Mourinho di hadapan mantan klubnya.


Madrid Lebih Tenang, Tekanan Ada di Pundak Tuan Rumah

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe (kanan) merayakan gol kedua bagi timnya bersama Vinicius Junior dan Gonzalo Garcia pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Villarreal vs Real Madrid di Villarreal, Spanyol, Sabtu, 24 Januari 2026. (AP Photo/Alberto Saiz)

Real Madrid tiba di Lisbon dengan suasana lebih stabil. Rangkaian kemenangan atas Levante, Monaco, dan Villarreal meredakan tekanan terhadap Álvaro Arbeloa, yang kini menikmati periode awal relatif tenang sebagai pelatih.

Meski begitu, absennya sejumlah pemain inti tetap menjadi tantangan. Trent Alexander-Arnold, Antonio Rudiger, Eder Militao, dan Ferland Mendy masih berada di ruang perawatan, menggerus opsi di lini belakang.

Kabar baik datang dari Aurelien Tchouaméni yang kembali tersedia setelah absen karena skorsing pada laga akhir pekan. Kehadirannya memberi keseimbangan penting di lini tengah Madrid.

Benfica juga tidak lepas dari masalah cedera. Dodi Lukebakio, Richard Rios, Bruma, dan Alexander Bah dipastikan absen.

Sumber: FotMob

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya