Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya mulai menggelar Operasi Pekat Jaya 2026 sejak Rabu 28 Januari 2026 sampai 11 Februari 2026.
Operasi ini digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk mengamankan situasi kamtibmas menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Advertisement
"Tujuan utama operasi Pekat Jaya Tahun 2016 adalah menciptakan situasi Kamtibmas Yang aman dan kondusif, Sehingga masyarakat dapat menjalankan kegiatan sehari-hari serta ibadah di bulan Cuci Ramadan dengan tertib Nyaman dan khusyuk," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Dia menyebut, menjelang Ramadan gangguan kamtibmas cenderung meningkat. Tawuran, keributan geng motor, premanisme, hingga kejahatan jalanan rawan terjadi, dipicu konsumsi miras, obat terlarang, provokasi media sosial, serta tekanan sosial ekonomi.
Menurut dia, kondisi tersebut tak bisa ditoleransi karena berpotensi menimbulkan korban jiwa, merusak fasilitas umum, dan menurunkan rasa aman masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah penegakan hukum yang tegas, terukur, dan terpadu.
"Diperlukan langkah yang tegas dan terukur Dan terpadu untuk menjaga stabilitas Kaltibmas serta Mendukung kelancaran aktivitas masyarakat menjelang Dan selama bulan suci Ramadan," ujar dia.
Meski mengedepankan penindakan, Asep menekankan agar anggota tidak bertindak serampangan.
"Setiap tindakan di lapangan harus dilaksanakan secara profesional proporsional, sesuai prosedur serta tetap menjunjung tinggi ketenangan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia," ujar dia.
Kedepankan Langkah Preventif
Selain penindakan, Asep juga diminta mengedepankan langkah preventif dan preemtif melalui patroli kewilayahan, deteksi dini, pembinaan masyarakat, serta pendekatan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.
"Saya menekankan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi PEKAR Jaya tahun 2026 agar melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, disiplin profesionalisme dan integritas. Pahami karakteristik wilayah tugas Dan tingkatkan kewaspadaan, serta responsif terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan," ucap dia.
Dia menegaskan pendekatan humanis harus menjadi pegangan personel selama operasi berlangsung, agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat menjelang dan selama Ramadan.
"Pastikan seluruh rangkaiankegiatan operasi menjunjung tinggi SOP asas legalitas, transparansi dan akutabilitas," tandas