IHSG Tersungkur 5,45% Setelah Pengumuman MSCI, Begini Kata Analis

Pengumuman MSCI telah mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok hingga meninggalkan posisi 8.980 pada perdagangan saham Rabu, (28/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 28 Januari 2026, 10:26 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok 6% pada perdagangan saham Rabu, (28/1/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada awal sesi perdagangan saham Rabu, (28/1/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara perubahan pada indeks tertentu untuk saham-saham Indonesia.

Mengutip RTI, pada Selasa, 28 Januari 2026 pukul 10.11 WIB, IHSG melemah 5,45% ke posisi 8.490. Indeks saham LQ45 merosot 4,69% ke posisi 835,8. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pengumuman MSCI menjadi katalis negatif bagi pasar saham di Indonesia. Pengumuman MSCI, menurut Herditya telah mendorong panic selling di IHSG pada Rabu pagi ini dan dibuka melemah 6,5%.

"Hal ini masih inline dengan teknikal yang kami berikan hari ini dan juga pada outlook kami, di mana IHSG masih rawan terkoreksi,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Herditya menuturkan, aksi MSCI juga telah mendorong dana asing keluar dari pasar saham belakangan ini. Pada pekan lalu saja tepatnya 19-23 Januari 2026, investor asing melepas saham Rp 3,25 triliun. Seiring kondisi ini, Herditya mengingatkan investor untuk selective buy.

Sebanyak 709 saham melemah sehingga bebani IHSG. 56 saham menguat dan 36 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.718.029 kali dengan volume perdagangan saham 27,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.724.

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham energi terpangkas 8,35% dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic melemah 5,14%. Lalu sektor saham industri melemah 5,11%. Kemudian sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 2,515. Selanjutnya sektor saham siklikal terperosok 4,94%, sektor saham kesehatan melemah 3,31%. Kemudian sektor saham keuangan turun 2,74%, sektor saham properti melemah 6,39%, sektor saham teknologi terpangkas 4,59%, sektor saham infrastruktur susut 8,435 dan sektor saham transportasi melemah 4,6%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66 persen ke posisi 8.382,48.

Dikutip dari Antara, Rabu, 28 Januari 2026, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 55,95 poin atau 6,39 persen ke posisi 820,16.

 

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu, (28/1/2026). Level IHSG hari ini untuk diwaspadai area koreksi di 8.708-8.790. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG menguat tipis 0,05% ke posisi 8.980 dan disertai dengan ada peningkatan volume pembelian pada perdagangan saham Selasa, 27 Januari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 sehingga IHSG masih rawan terkoreksi.

“Waspadai area koreksi yang berasa di 8.708-8.790. Adapun area penguatan diperkirakan berada di 8.992-9.018,” ujar Herditya dalam catatannya.

Herditya mengatakan, IHSG akan berada di level support 8.852,8.816 dan level resistance di 9.039,9.120 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpeluang melemah terbatas dengan level support dan resistance 8.840-9.000.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

 

Rekomendasi Teknikal

Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness

Saham BRPT menguat 4,65% ke 2.700 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi BRPT saat ini berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.560-2.630

Target Price: 2.840, 2.960

Stoploss: below 2.520

 

2.PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) - Buy on Weakness

Saham INET menguat 1,36% ke 448 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu bertahan di atas MA60. Kami memperkirakan, posisi INET saat ini sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C).

Buy on Weakness: 412-434

Target Price: 468, 492

Stoploss: below 392

 

 

3.PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) - Buy on Weakness

Saham PGEO terkoreksi ke 1.245 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi PGEO saat ini berada pada bagian awal dari wave 3 dari wave (3) pada label hitam,” kata dia.

Buy on Weakness: 1.220-1.240

Target Price: 1.305, 1.355

Stoploss: below 1.180

 

4.PT United Tractors Tbk (UNTR) - Buy on Weakness

Saham UNTR terkoreksi 5,87% ke 25.675 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat, tetapi koreksinya masih mampu berada di atas MA200. “Kami memperkirakan, nampaknya posisi UNTR sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (v) dari wave [a],” tutur dia.

Buy on Weakness: 24.975-25.400

Target Price: 25.800, 26.175

Stoploss: below 24.550

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya