7 Jenis Tanaman Penutup Tanah Selain Rumput, Halaman Lebih Cantik dan Ramah Lingkungan

Ingin halaman hijau tanpa rumput? Temukan beragam jenis tanaman penutup tanah selain rumput yang bisa jadi pilihan menarik untuk taman Anda, sekaligus menjaga kelembapan tanah dan mencegah erosi.

oleh Muhammad Farih FananiDiterbitkan 27 Januari 2026, 18:15 WIB
Candytuft: Wikimedia

Liputan6.com, Jakarta - Menciptakan lanskap hijau yang indah di rumah tak selalu harus identik dengan hamparan rumput konvensional. Banyak pemilik hunian kini mencari alternatif untuk menghadirkan keasrian yang minim perawatan dan lebih ramah lingkungan. Pilihan jenis tanaman penutup tanah selain rumput semakin diminati karena menawarkan beragam keunggulan, mulai dari estetika hingga fungsi ekologis.

Tanaman penutup tanah ini tidak hanya mempercantik tampilan halaman, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tanah. Mereka mampu menekan pertumbuhan gulma, mengurangi erosi, serta menjaga kelembapan tanah, yang pada akhirnya dapat menghemat penggunaan air.

Liputan6 akan mengulas beberapa jenis tanaman penutup tanah selain rumput yang populer dan mudah dirawat. Dari tanaman merambat hingga semak berbunga, setiap pilihan menawarkan karakteristik unik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi taman Anda. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Selasa (27/1/2026).

Manfaat dan Keunggulan Tanaman Penutup Tanah Alternatif

Kelopak bunga tulip menutupi tanah setelah petani memotong kepala di ladang tulip di Meerdonk, Belgia (3/5/2021). Sebagian besar tulip di wilayah ini ditanam khusus untuk umbi dan bukan bunganya, namun bunganya tetap di ladang sampai mekar sempurna sebelum ditebang. (AP Photo/Virginia Mayo)

Tanaman penutup tanah memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan kelembapan di area teras atau halaman, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Salah satu contoh yang baik adalah taman hujan, yang merupakan area hijau dengan tanaman penyerap air yang efektif, seperti rumput zebra.

Tanaman berakar dalam dapat merendam dan menyimpan air hujan, yang menjadikannya pilihan yang tepat untuk mengelola kelembapan. Model penanaman ini juga melindungi tanah dari erosi dan mempercepat infiltrasi air, sangat cocok untuk area halaman yang luas. Selain menyerap air, tanaman penutup tanah juga menjaga kelembapan tanah, membuat halaman rumah terlihat lebih hijau dan rapi.

Kebun serapan ini efektif untuk mengurangi genangan secara alami. Kolam resapan mini berfungsi menampung air hujan sementara sebelum diserap tanah, berbeda dengan kolam ikan yang selalu terisi air, kolam ini tidak memiliki air yang bersifat permanen.

Pilihan Jenis Tanaman Penutup Tanah Selain Rumput

Lantana: monaconatureencyclopedia

1. Daun Beludru (Gynura procumbens)

Daun Beludru, atau dikenal juga sebagai Sambung Nyawa, adalah tanaman herba yang tumbuh merambat atau menjalar. Tanaman ini memiliki daun berwarna hijau tua dengan bagian bawah daun dan batangnya seringkali berwarna ungu kemerahan, serta tekstur daun yang sedikit berbulu menyerupai beludru.

Sebagai salah satu jenis tanaman penutup tanah selain rumput, Daun Beludru dapat tumbuh dengan cepat dan membentuk karpet hijau yang padat, membantu menekan pertumbuhan gulma. Tanaman ini cocok untuk daerah tropis dan subtropis, serta dapat tumbuh baik di tempat yang teduh maupun terkena sinar matahari parsial.

2. Rumput Pinto (Arachis pintoi)

Rumput Pinto (Arachis pintoi), juga dikenal sebagai kacang pinto, adalah legum penutup tanah abadi yang berasal dari Brasil. Tanaman ini memiliki kemampuan untuk tumbuh rendah dan menyebar, membentuk karpet hijau yang padat, sehingga efektif dalam mengendalikan erosi dan menekan gulma.

Rumput Pinto dikenal karena toleransinya terhadap kekeringan setelah mapan dan kemampuannya untuk tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk tanah yang kurang subur. Selain sebagai penutup tanah, Rumput Pinto juga dapat digunakan sebagai pakan ternak karena kandungan proteinnya yang tinggi.

3. Ubi Hias (Ipomoea batatas 'Marguerite')

Ubi Hias, khususnya varietas seperti 'Marguerite', adalah kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas) yang dibudidayakan untuk dedaunannya yang menarik daripada umbinya. Tanaman ini dikenal karena daunnya yang berbentuk hati atau lobed dengan warna cerah seperti hijau limau, ungu tua, atau perunggu, yang dapat memberikan kontras warna yang indah di taman.

Sebagai jenis tanaman penutup tanah selain rumput, Ubi Hias tumbuh merambat dengan cepat dan menyebar luas, membentuk hamparan dedaunan yang lebat yang efektif menutupi area tanah dan menekan gulma. Ubi Hias lebih menyukai lokasi yang cerah penuh hingga teduh parsial dan tanah yang lembab namun memiliki drainase yang baik.

4. Alyssum (Lobularia maritima)

Alyssum manis (Lobularia maritima) adalah tanaman penutup tanah tahunan yang populer, dikenal karena bunganya yang kecil, harum, dan berlimpah. Bunga-bunga kecil ini biasanya berwarna putih, ungu, atau merah muda, dan tumbuh dalam kelompok padat yang membentuk karpet bunga yang indah.

Alyssum manis tumbuh rendah, biasanya mencapai tinggi 6 hingga 12 inci, dan menyebar hingga 12 inci, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk mengisi celah di antara batu pijakan, di sepanjang perbatasan, atau sebagai penutup tanah di area yang lebih kecil. Tanaman ini lebih menyukai sinar matahari penuh hingga teduh parsial dan tanah yang memiliki drainase baik.

5. Rumput Kucai (Allium schoenoprasum)

Kucai (Allium schoenoprasum) adalah tanaman herba abadi yang termasuk dalam keluarga bawang-bawangan. Meskipun sering dikenal sebagai bumbu dapur, kucai juga dapat berfungsi sebagai penutup tanah karena pertumbuhannya yang membentuk rumpun padat dengan daun-daun ramping seperti rumput.

Kucai menghasilkan bunga berwarna ungu muda yang menarik lebah dan penyerbuk lainnya, menambah nilai estetika pada lanskap. Tanaman ini relatif mudah tumbuh dan dapat mentolerir berbagai kondisi tanah, meskipun lebih menyukai tanah yang subur dan memiliki drainase baik dengan sinar matahari penuh.

6. Candytuft (Iberis sempervirens)

Candytuft abadi (Iberis sempervirens) adalah tanaman penutup tanah yang populer, dikenal karena hamparan bunga putihnya yang cerah di musim semi. Tanaman ini memiliki dedaunan hijau tua yang selalu hijau, membentuk gundukan rendah yang padat, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk taman batu, perbatasan, atau sebagai penutup tanah di lereng.

Candytuft tumbuh dengan tinggi sekitar 6 hingga 12 inci dan menyebar hingga 18 inci, menciptakan efek karpet yang indah saat berbunga. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang memiliki drainase baik, serta tahan terhadap kekeringan setelah mapan.

7. Lantana (Lantana camara)

Lantana (Lantana camara) adalah semak berbunga yang kuat dan cepat tumbuh, sering digunakan sebagai penutup tanah di iklim hangat. Tanaman ini dikenal karena gugusan bunganya yang berwarna-warni, yang dapat berubah warna seiring waktu, menampilkan nuansa merah, oranye, kuning, dan merah muda secara bersamaan.

Lantana memiliki kebiasaan tumbuh menyebar dan dapat menutupi area yang luas, menjadikannya pilihan yang efektif untuk mengendalikan erosi dan menekan gulma di area yang luas atau lereng. Tanaman ini sangat toleran terhadap kekeringan dan panas, serta tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh dan tanah yang memiliki drainase baik.

Tips Memilih dan Menata Tanaman Penutup Tanah untuk Lanskap Ideal

Untuk kesan rimbun alami, Anda bisa membuat susunan berlayer yang terdiri dari pohon peneduh, perdu, dan penutup tanah. Menempatkan tanaman tinggi di pinggir teras, seperti bambu hias atau pucuk merah, dapat berfungsi sebagai pagar alami yang efektif untuk meredam laju angin dan percikan air hujan.

  • Pertimbangkan untuk mengganti rumput Jepang atau Manila yang haus air dengan jenis tanaman penutup tanah (ground cover) yang tahan panas dan kering.
  • Rumput konvensional membutuhkan banyak air, pupuk, dan perawatan rutin, sementara ground cover akan menghasilkan permukaan hijau yang tidak perlu dipotong sering dan sangat hemat air.
  • Contoh ground cover yang bisa dipertimbangkan adalah Kuping Gajah (Portulaca), Creeping Daisy, Arabica Green Carpet, atau Sri Rejeki untuk area teduh parsial.
  • Jika lahan terbatas, alternatifnya adalah membuat taman vertikal atau menanam tanaman gantung di balkon dan teras.
  • Konsep taman vertikal memanfaatkan dinding sebagai media tanam, menciptakan lapisan hijau yang berfungsi sebagai insulasi alami.
  • Kehadiran tanaman hijau tidak hanya mengurangi suhu lingkungan sekitar rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas udara dan memberikan efek menenangkan.

People Also Ask

1. Apa itu tanaman penutup tanah selain rumput?

Jawaban: Tanaman penutup tanah adalah jenis tanaman yang tumbuh rendah dan menyebar di permukaan tanah, berfungsi menggantikan rumput konvensional untuk berbagai tujuan estetika dan ekologis.

2. Mengapa memilih tanaman penutup tanah selain rumput?

Jawaban: Pilihan ini menawarkan manfaat seperti mengurangi erosi, menjaga kelembapan tanah, menekan gulma, serta memerlukan perawatan yang lebih minim dibandingkan rumput.

3. Tanaman penutup tanah apa yang cocok untuk area teduh?

Jawaban: Daun Beludru dan Sri Rejeki adalah beberapa contoh tanaman penutup tanah yang dapat tumbuh baik di area teduh parsial.

4. Bisakah tanaman penutup tanah membantu mengurangi genangan air?

Jawaban: Ya, banyak jenis tanaman penutup tanah, terutama yang berakar dalam, dapat menyerap air hujan dengan cepat dan mempercepat infiltrasi air ke dalam tanah, efektif mengurangi genangan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya