Daihatsu Indonesia Masters 2026: Bersinarnya Atlet Muda dan Atmosfer Bulu Tangkis yang Hidup Kembali

Daihatsu Indonesia Masters 2026 dinilai sukses, baik dari sisi prestasi dan penyelenggaraan. Atmosfer bulu tangkis hidup kembali.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 27 Januari 2026, 13:30 WIB
Alwi Farhan berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan pemain muda Thailand, Panitchapon Teeraratsakul, di partai final di Istora, Jakarta, Minggu (25/1/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Daihatsu Indonesia Masters 2026 resmi berakhir. Turnamen BWF Super 500 itu berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 20 sampai 25 Januari 2026

Tuan rumah meraih satu gelar juara melalui sektor tunggal putra. Alwi Farhan bermain luar biasa dengan menumbangkan Panitchapon Teerasatsakul dari Thailand dua game langsung 21-5 dan 21-6 dalam 25 menit di partai final.

Sementara itu, ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas sebagai runner up. Pasangan muda ini melangkah hingga partai puncak sebelum akhirnya takluk dari unggulan keempat asal Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dengan skor 19-21, 13-21.

Meski hanya runner up, pencapaian Raymond/Joaquin di Daihatsu Indonesia Masters tahun ini patut mendapatkan nilai positif. Juara Australia Open 2025 itu menunjukkan potensi besar sebagai ganda muda masa depan Indonesia.

Dalam perjalanan ke partai final Raymond/Joaquin mengalahkan pasangan senior IndonesiaFajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri 18-21, 21-19, dan 21-14 di perempat final. Setelah itu, giliran ganda senior Indonesia lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi, yang ditaklukkan dengan dua game langsung 21-19 dan 21-14.

Prestasi Indonesia tahun ini lebih baik dibandingkan Daihatsu Indonesia Masters 2025. Tahun lalu, tunggal putra Jonatan Christie dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto finis sebagai runner up setelah kalah di laga final.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian, walau pprestasi ini belum sepenuhnya maksimal, dia menyoroti munculnya banyak pemain muda yang menunjukkan perkembangan.

"Ini bukan hasil terbaik. Jika melihat kembali Indonesia Masters tahun lalu, kita juga memiliki dua finalis, tetapi dari pemain senior. Tahun ini, mayoritas semifinalis berasal dari pemain muda yang sebelumnya belum banyak diperhitungkan," ujar Eng Hian.

Karena itu, hasil Daihatsu Indonesia Masters menjadi bahan evaluasi dan persiapan menuju Indonesia Open 2026. Turnamen BWF Super 1000 itu berlangsung 2-7 Juni 2026.

"Tentunya kami akan melakukan evaluasi dan menyusun program supaya kapasitas kemampuan yang juga berprestasi di Indonesia Master ini bisa berprestasi lagi di Indonesia Open," tandas Eng Hian.

Lanjut Baca:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya