Liputan6.com, Jakarta - Arus informasi di media sosial yang begitu deras seringkali disusupi oleh berbagai hoaks. Penyebaran informasi palsu ini tidak hanya menimbulkan kebingungan di masyarakat, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerugian finansial, pencurian data pribadi, bahkan keresahan sosial.
Dalam sepekan terakhir, Cek Fakta Liputan6.com telah mengungkap beragam hoaks yang berdar di media sosial. Informasi-informasi menyesatkan ini mencakup beragam topik, mulai dari tawaran bantuan pemerintah, pendaftaran program kepegawaian, hingga peristiwa.
Advertisement
Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran setiap informasi yang diterima, serta mengetahui ragam hoaks dalam daftar berikut ini.
1. Artikel Wali Kota Madiun Serahkan Uang Rp 800 Juta ke Jokowi
Beredar di media sosial postingan artikel Wali Kota Madiun Maidi menyerahkan uang Rp 800 juta pada mantan Presiden Jokowi. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 21 Januari 2026.
Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Gelora News berjudul:
"Walikota Madiun Maidi Sebut Waktu Saya Serahkan Uang 800 Juta Ke Rumah Mantan Presiden Joko Widodo Di solo, Beliau Punya Bungker Penyimpanan Uang, Emas, Entahlah Uang Sebanyak Itu Hasil Darimana Jokowi Kalau Tidak Korupsi"
Akun itu menambahkan narasi:
"Serbu rumah nya n dobrak bangker uang jkw...ayoo rakyat indonesia..."
Lalu benarkah postingan artikel Wali Kota Madiun Maidi menyerahkan uang Rp 800 juta pada mantan Presiden Jokowi? Simak artikel berikut ini.......
2. Video Warga Terjebak Banjir di Dalam Bus Jakarta Selatan
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video warga terjebak banjir di dalam bus Jakarta Selatan, informasi tersebut diunggah salah satu akun YouTube, pada 22 Januari 2026.
Klaim video warga terjebak banjir di dalam bus Jakarta Selatan menampilkan sejumlah orang sedang berada di dalam ruangan panjang terdapat bangku berjejer menghadap depan dan yang terhubung pada tiang berwarna kuning.
Dalam ruangan tersebut terlihat air dibagian lantainya, kemudia video juga memperlihatkan air memasuki ruangan tersebut hingga bangku dan bagian luar bus.
Dalam video terdapat tulisan sebagai berikut.
"Warga dah kejebak dalam bus. banjir hari ini jakarta selatan"
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Ketika Bus Nekat Menerobos Banjir Jakarta"
Benarkah klaim video warga terjebak banjir di dalam bus Jakarta Selatan? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....
3. Pendaftaran PPPK Kemenag 2026 pada 1 Januari - 28 Februari
Beredar postingan di media sosial klaim pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Agama (Kemenag) 2026 pada 1 Januari - 28 Februari. Informasi tersebut diunggah salah satu akun TikTok pada 14 Januari 2026.
Berikut isi unggahannya:
"PENDAFTARAN PPPK KEMENAG 2026 RESMI DIBUKA 1 JANUARI - 28 FEBRUARI
LULUSAN SMA/SMK SEDERAJAT D3,D4/S1 DAN S2
PENEMPATAN SESUAI DOMISILI TERDAFTAR
REKRUTMEN CPNS KEMENTERIAN AGAMA 2026 RESMI DIBUKA
Persyaratan :
1. Warga Negara Indonesia (WNI).
2. Usia 18-45 tahun (untuk formasi umum, dosen S2/S3 memiliki batas usia lebih tinggi).
3. Sehat Jasmani Rohani & Berkelakuan Baik
4. Penempatan Daerah Masing-Masing Domisili Peserta
#asn #infocpns #cpns2026 #pendaftarancpns #kemenag
Pendaftaran Resmi CPNS Kementerian Agama 2026 Dibuka
Bergabunglah dengan Kementerian Agama! Pelajari syarat pendaftaran CPNS 2026 dan jadilah bagian dari perubahan. #asn #infocpns #cpns2026 #pendaftarancpns #kemenag"
Lalu benarkah klaim pendaftaran PPPK Kemenag 2026 pada 1 Januari - 28 Februari? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.......
Hoaks Berikutnya
4. Link Pendaftaran Bantuan Modal Usaha UMKM
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan modal usaha UMKM, informasi tersebut diunggah salah salah akun Facebook, pada 10 Januari 2026.
Klaim link pendaftaran bantuan modal usaha UMKM berupa video reels yang terdapat tulisan sebagai berikut.
"DAPATKAN SEGERA!!!
USAHA MIKRO KECIL DAN MENGENGAH
UMKM
CARA DAFTAR UMKM 2025-2026
Cuma pakai KTP tanpa harus daftar BPUM BRI, Rp 5 juta langsung cair ajukan sekarang sebelum pendaftaran tutup."
Video tersebut diberi keterangan tulisan sebagai berikut.
"Bagi masyarakat yang membutuhkan dana bantuan modal usaha daftar sekarang"
Unggahan tersebut menyertakan link pendaftaran untuk mendapat bantuan, berikut linknya.
"https://chat.whatsapp.com/FjgQzfcrfhqFxdjgfos3Zm?fbclid=IwY2xjawPaef9leHRuA2FlbQIxMABicmlkETFZcnhIY0NmWG9JdXFVUUVxc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHlXjRiZLttGSPA7m3BwtCmlr7nGssWt3DqD5GH7z39LmgQZ7l9ygO8f7uA4I_aem_snp78wyo6eslu2WUQHqNEQ"
Link tersebut mengarahkan kita untuk mengikuti grup WhatsApp jika ingin mendapat bantuan.
Benarkah klaim link pendaftaran bantuan modal usaha UMKM? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.......
5. Link Pendaftaran Penghapusan Data Pinjol dari OJK
Beredar postingan di media sosial klaim link pendaftaran penghapusan data pinjaman online (pinjol) 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 20 Januari 2026.
Berikut isi unggahannya:
"KABAR RESMI DARI OJK!! OJK telah melakukan gebrakan mulai hari ini tentang peresmian penghapusan data penjualan ilegal ataupun peresmian aplikasi jadi masyarakat Indonesia bisa merasakan keamanan bebas dari pinjol di tahun 2026 ini dari tekanan pinjaman online untuk masyarakat bisa mengikuti program ini agar terbebas dari hutang pinjol!!!
#fyp #ojkpeduli #pinjaman #pinjolkejam #hapusdatapinjol"
Unggahan disertai video dengan tulisan:
"PERESMIAN HAPUS DATA
TATA CARA HAPUS DATA PINJOL OJK DAN PEMUTIHAN DATA PARA NASABAH GALBAY
KONSULTASIKAN PINJOL KALIAN SEKARANG
KABAR GEMBIRA! OJK TERBITKAN PROGRAM HAPUS DATA PINJOL SECARA ONLINE BERLAKU UNTUK SELURUH INDONESIA"
Unggahan disertai menu daftar, jika diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs dan menampilkan formulir digital. Pada formulir tersebut meminta data pribadi seperti nama sesuai KTP dan nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran penghapusan data pinjol dari OJK? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
6. Link Pendaftaran Lowongan Kerja Kemenkes 2026
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran lowongan kerja Kemenkes 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 20 Januari 2026.
klaim link pendaftaran lowongan kerja Kemenkes 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
"RESMI SELEKSI KEMENKES TAHUN 2026 DIBUKA DAFTAR LOKER KEMENTRIAN KESEHATAN RI 2026 1 DOKTER SPESIALIS 15JT 2 DOKTER UMUM 10JT 3 PERAWAT 75JT 4 AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK 5 JT 5 BIDAN 75JT 6 DIETISIEN 5JT 7 EPIDIOMOLOG 5JT 8 TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN 5JT 9 APOTEKER 5JT 10 RADIOGRAFER 5JT 11 REKAM MEDIS 5JT 12 AHLI GIZI 5JT 13 ELEKTROMEDIS 5JT 14 PSIKOLOGIS KLINIS 5JT 15 KESEHATAN LINGKUNGAN 5JT Kemenkes RI kembali memanggil para talenta muda untuk bergabung jadi insan kemenkes melalui seleksi lowongan kerja tahun 2026 info pendaftaran kunjungi bio profil loker lokerterbaru lokerkemenkes kemenkes fyp
INFO SEPUTAR CPNS 2026"
Unggahan tersebut menyertakan link sebagai berikut.
"https://menupendaftaran33.vedima.pro/?fbclid=IwY2xjawPdg6xleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZBAyMjIwMzkxNzg4MjAwODkyAAEeIgwJ0Fd6TRYferZhVHpCijdsMSfoK-P98Ju3QCsi2KMPjYFRwxBNrn6yk_o_aem_8jXBglodojhl6KMsdwFstg"
Jika link tersebut diklik, mengarah pada halaman situs dengan menampilkan formulir digital yang meminta sejumlah identitas, seperti provinsi dan nomor Telegram.
Benarkah klaim link pendaftaran lowongan kerja Kemenkes 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.......
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.