UNRWA: Gaza Jadi Lokasi Paling Berbahaya di Dunia Bagi Jurnalis

Dalam laporan UNRWA ada berapa jurnalis yang tewas selama perang di Gaza.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 27 Januari 2026, 14:04 WIB
Sejumlah warga Palestina turut berduka atas kematian jurnalis tersebut. Tampak dalam foto, seorang pekerja media pemerintah memegang potret jurnalis Palestina yang telah meninggal selama demonstrasi di depan gedung PBB di Caracas pada 11 Agustus 2025. (Juan BARRETO/AFP)

Liputan6.com, Gaza - Komisaris Jenderal Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini pada Minggu (25/1/2026), menyatakan bahwa Gaza telah menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis dan pekerja kemanusiaan.

Dilaporkan, ada lebih dari 230 jurnalis gugur di Jalur Gaza, dikutip dari laman Antara News, Selasa (27/1).

Menurut situs web resmi UNRWA, Lazzarini menambahkan bahwa mencegah para jurnalis memasuki Gaza semakin memperkuat kampanye disinformasi dan narasi ekstremis.

"Jurnalis Palestina adalah mata dan telinga kami dalam meliput kengerian perang di Gaza. Mereka menggambarkan kekuatan manusia dan pengaruhnya dan bekerja dengan keberanian dan ketabahan meski menghadapi kesulitan," katanya.

Lazzarini mengatakan para jurnalis bekerja bersama pekerja kemanusiaan.

Pelarangan jurnalis ke Gaza bertujuan untuk mendiskreditkan laporan langsung dan kesaksian organisasi-organisasi kemanusiaan internasional serta merendahkan martabat warga Palestina, katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya