Update Longsor Cisarua: 29 Kantong Jenazah Diserahkan ke DVI, Pencarian Korban Dimaksimalkan

29 Kantong jenazah itu hasil pencarian korban Longsor Cisarua sejak tanggal 24 hingga 26 Januari 2026.

oleh Arya PrakasaDiterbitkan 26 Januari 2026, 15:54 WIB
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan relawan terus melanjutkan pencarian korban yang masih tertimbun material longsor. Tampak dalam foto, tim penyelamat mencari korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Minggu 25 Januari 2026. (Timur Matahari/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 29 body pack atau kantong jenazah korban terdampak bencana longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Jenazah kemudian diserahkan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk diketahui identitasnya.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, ke-29 jenazah yang ditemukan merupakan hasil pencarian sejak hari pertama, 24 hingga 26 Januari 2026. Hingga saat ini, proses pencarian korban terdampak masih berlangsung.

BACA JUGA: KSAD Janjikan Prioritas Masuk TNI untuk Anak Korban Longsor Cisarua

"Yang pertama bahwa jumlah korban yang kita evakuasi hari ini ada empat body pack dan itu sudah kita serah terimakan. Sehingga total dari pertama kali kita melaksanakan operasi korban yang kita serahkan dalam bentuk body pack totalnya ada 29 body pack," kata Syafii di Posko Basarnas, Senin (26/1/2026).

Kondisi Korban Longsor Cisarua

Pagi ini Senin (26/1) proses pencarian kembali dilanjutkan dengan fokus titik pencarian yang sebelumnya sudah dipetakan melalui gambar yang diolah melalui drone.

Dia mengatakan, jenazah yang ditemukan oleh Basarnas maupun tim gabungan tidak semuanya dalam keadaan utuh. Oleh karenanya, pihaknya menyerahkan seluruh jenazah ke tim DVI Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi identitas para korban.

"Karena itu kita tidak kepengin spekulasi karena pada saat kita sampaikan bahwa yang kita temukan adalah korban kemudian nanti ketemu bodypart nanti pasti akan berkembang lagi konfirmasinya. Karena itu, apapun temuan yang didapat oleh tim SAR gabungan akan kita serahkan kepada DVI untuk nanti diidentifikasi," jelas dia.

Syafii mengatakan, Basarnas bekerja untuk mencari korban dari peristiwa bencana longsor di kawasan tersebut. Sementara untuk jumlah korban yang teridentifikasi masuk pada ranah tim DVI.

"Kemudian yang kedua, bahwa kita saat ini sudah tidak lagi bersinggungan dengan update data personil yang hilang. Karena memang tugas pokok kita tidak untuk mencari daftar nama," kata dia.

Pencarian Korban Terus Dilakukan

BNPB mencatat korban meninggal dunia akibat longsor mencapai 17 orang. Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengindentifikasi 11 jenazah dan 6 lainnya masih dalam proses identifikasi.

Meski begitu, kata Syafii, berdasarkan data awal yang sudah resmi korban yang terdampak ada sebanyak 34 kepala keluarga. Basarnas bersama instansi terkait hingga saat ini masih berupaya mencari para korban yang diduga terkubur di bawah material tanah longsor.

"Jadi tolong dipahami kita tidak akan mungkin menyampaikan ada sekian bodypart, ada sekian, jasad karena itu kita juga menjaga dari sisi kemanusiaan," kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya