Liputan6.com, Jakarta - Pekebun duku seringkali menghadapi masalah umum yang membuat frustrasi: bunga atau bakal buah (pentil) yang muncul melimpah, namun satu per satu rontok sebelum berkembang sempurna, mengakibatkan hasil panen yang minim. Kerontokan ini adalah masalah kompleks yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi lingkungan hingga nutrisi tanaman. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan penerapan strategi perawatan yang efektif, masalah ini dapat diatasi.
Artikel ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis dan terstruktur untuk meminimalkan kerontokan bakal buah duku, memastikan Anda dapat menikmati panen duku yang lebat dan berkualitas. Kami akan membahas berbagai aspek, mulai dari persiapan lahan hingga perawatan buah, dengan fokus pada tips bakal buah duku tidak rontok sebelum matang.
Advertisement
Dengan menerapkan panduan ini, Anda bisa mengoptimalkan hasil panen duku di kebun Anda. Simak tips selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (26/1/2026).
1. Pastikan Drainase Tanah Sempurna Sejak Awal
Duku sangat sensitif terhadap genangan air, yang dapat menyebabkan stres pada tanaman, busuk akar, dan memicu kerontokan massal pada bunga atau bakal buah. Tanaman duku tidak menghendaki air tanah yang tergenang karena dapat menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman secara signifikan. Oleh karena itu, memastikan drainase tanah yang baik adalah kunci utama.
Pohon duku lebih menyukai tempat yang agak lereng agar air hujan dapat terus mengalir dan tidak membentuk genangan. Jika penanaman dilakukan di dataran, disarankan untuk membuat bedengan atau menggunakan pot dengan lubang drainase yang memadai. Hal ini krusial untuk mencegah kerontokan bakal buah duku.
Media tanam yang baik untuk duku adalah tanah yang banyak mengandung bahan organik, subur, dan memiliki aerasi tanah yang baik. Anda dapat mencampur media tanam dengan pasir atau sekam untuk meningkatkan porositas dan mencegah genangan air. Langkah ini penting untuk mencegah kerontokan akibat penyakit busuk akar dan stres fisiologis pada tanaman duku Anda.
2. Optimalkan Pemupukan Saat Fase Generatif (Prajabunga-Berbunga)
Kebutuhan unsur hara tanaman duku akan berubah secara signifikan saat memasuki fase generatif, yaitu saat akan berbunga dan berbuah. Pada fase ini, unsur hara Fosfor (P) sangat penting untuk merangsang pembungaan, sementara Kalium (K) berperan dalam memperkuat jaringan tanaman serta mengurangi kerontokan bunga dan bakal buah.
Untuk aplikasi yang efektif, kurangi penggunaan pupuk Nitrogen (N) yang lebih banyak merangsang pertumbuhan daun. Sebaliknya, berikan pupuk dengan kandungan P dan K tinggi, seperti NPK 8-24-24 atau kombinasi SP-36 dan KCl, sekitar 1-2 bulan sebelum perkiraan musim bunga. Ini adalah tips bakal buah duku tidak rontok sebelum matang yang sangat penting.
Pemberian pupuk Kalium juga sangat membantu dalam menciptakan rasa buah yang lebih manis. Pemupukan yang tepat ini akan mengatasi kerontokan akibat defisiensi hara P dan K, sehingga bakal buah duku dapat berkembang optimal.
3. Jaga Kelembaban Tanah yang Stabil, Terutama di Musim Kemarau
Stres akibat kekurangan air, terutama saat pembentukan bakal buah, dapat memicu produksi hormon etilen yang menyebabkan kerontokan. Kelembapan tanah yang stabil akan mencegah kerontokan calon buah duku yang masih sangat muda. Oleh karena itu, menjaga kadar air tanah sangat vital.
Penyiraman yang konsisten sangat dibutuhkan, terutama saat musim kemarau atau ketika pohon mulai menunjukkan tanda-tanda akan berbunga banyak. Namun, pastikan air tidak menggenang di sekitar pangkal batang karena dapat menyebabkan pembusukan akar yang mematikan bagi tanaman.
Gunakan mulsa berupa jerami atau dedaunan kering di sekitar pangkal pohon untuk membantu menjaga kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma. Penting untuk menghindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan genangan air dan masalah akar. Ini akan mencegah kerontokan bakal buah duku akibat stres air dan kelainan fisiologis.
4. Lakukan Pemangkasan Sanitasi dan Penjarangan Bakal Buah
Cabang pohon duku yang terlalu rimbun dapat menghalangi sirkulasi udara dan sinar matahari, menciptakan kondisi lembab yang ideal untuk perkembangan penyakit. Selain itu, bakal buah yang terlalu rapat akan saling berebut nutrisi, menyebabkan beberapa di antaranya rontok. Pemangkasan menjadi solusi efektif.
Lakukan pemangkasan sanitasi dengan membuang ranting yang sakit, kering, atau tumpang tindih secara rutin. Pemangkasan cabang yang tidak produktif atau tunas air perlu dilakukan secara rutin agar energi pohon fokus pada pembuahan.
Setelah pembentukan pentil, lakukan penjarangan dengan menyisakan 2-3 buah per tandan yang terlihat sehat dan berukuran lebih besar. Teknik ini akan mengoptimalkan penyerapan nutrisi oleh buah yang tersisa sehingga ukurannya menjadi lebih besar dan mencegah kerontokan akibat kompetisi nutrisi.
5. Waspadai dan Kendalikan Hama Penggerek serta Kutu Penghisap
Hama seperti ulat, penggerek buah, kutu perisai, dan kutu putih dapat menyerang bunga dan bakal buah duku. Hama-hama ini menghisap cairan sel tanaman, melemahkan tangkai buah, dan menyebabkan keguguran.
Jenis hama seperti ulat akan memakan bakal buah yang baru terbentuk, sedangkan hama penggerek menghisap cairan sel bakal buah yang baru terbentuk. Oleh karena itu, pemantauan rutin sangat diperlukan.
Lakukan pemantauan rutin terhadap tanaman duku Anda untuk mendeteksi keberadaan hama sejak dini. Jika serangan terlihat, gunakan pestisida nabati yang aman bagi lingkungan atau pestisida kimia sesuai anjuran. Pembungkusan buah juga dapat menjadi solusi untuk mencegah serangan hama tertentu seperti kelelawar dan kumbang penggerek buah. Pengendalian hama yang efektif akan mengatasi kerontokan langsung akibat serangan biologis.
6. Berikan Asupan Kalsium Tambahan dan Hormon Perangsang Buah
Kalsium (Ca) adalah unsur penting yang berperan dalam memperkuat dinding sel, termasuk pada tangkai buah, sehingga membuatnya lebih kokoh dan tidak mudah rontok. Pemberian kalsium sangat krusial untuk mencegah kerontokan bakal buah duku.
Tambahan pupuk kalsium pada masa pembungaan dan pembuahan penting sekali untuk mencegah kerontokan. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan masalah seperti busuk ujung pada buah-buahan lain, sehingga kalsium dibutuhkan pada semua tanaman terutama pada fase pembentukan bunga dan buah.
Semprotkan pupuk kalsium (misalnya CaNO3) atau larutan kalsium organik (seperti dari telur atau cangkang) saat awal pembentukan buah. Jika diperlukan, aplikasikan zat pengatur tumbuh (ZPT) atau hormon perangsang buah yang mengandung GA3, seperti yang terkandung dalam produk K-Bioboost, sesuai dengan petunjuk penggunaan. Langkah ini akan memperkuat struktur fisik tangkai buah dan mengatasi ketidakseimbangan hormon alami.
7. Lindungi dari Gangguan Fisik Ekstrem (Hujan Lebat & Angin Kencang)
Hujan deras dapat merusak bunga dan melubangi bakal buah muda, sementara angin kencang dapat menggoyangkan dan mematahkan tangkai buah. Ini adalah faktor alam yang sulit dikendalikan namun dapat diminimalisir dampaknya.
Pada musim penghujan dengan curah hujan tinggi, benangsari dapat lengket satu sama lain karena terikat oleh air, sehingga tidak bisa bertemu dan membuahi kepala putik, yang berujung pada kerontokan. Faktor iklim seperti angin ataupun hujan merupakan penyebab umum kerontokan.
Untuk tanaman duku muda dalam pot, pindahkan ke tempat yang lebih teduh atau terlindung saat terjadi hujan lebat atau angin kencang. Meskipun sulit untuk melindungi pohon duku yang sudah besar, pastikan pohon dalam kondisi sehat dan kuat melalui pemupukan dan pemangkasan yang baik agar lebih tahan terhadap gangguan fisik. Penggunaan plastik penutup pada kuntum bunga juga dapat menjadi solusi untuk melindungi dari hujan.
FAQ
Q: Pada usia berapa pohon duku mulai berbuah dan rentan rontok?
A: Pohon duku yang diperbanyak dari biji biasanya mulai berbunga dan berbuah pada usia 12 tahun atau lebih. Sedangkan untuk tanaman duku hasil perbanyakan vegetatif seperti pencangkokan atau sambungan, dapat berbuah lebih cepat, yaitu pada usia 7-8 tahun. Kerontokan paling kritis terjadi pada fase bakal buah (pentil) hingga sebesar kelereng.
Q: Apa tanda-tanda bakal buah duku akan rontok karena kekurangan hara?
A: Tanda-tanda kerontokan akibat kekurangan hara, khususnya Fosfor (P) dan Kalium (K), dapat terlihat dari tangkai atau pangkal buah yang mulai menguning lalu kecoklatan sebelum buah membesar. Daun tanaman juga mungkin tampak pucat atau tidak sehat secara keseluruhan.
Q: Bolehkah memupuk duku yang sedang berbunga?
A: Tidak disarankan memupuk langsung di tanah saat bunga duku mekar penuh. Pemupukan sebaiknya dilakukan 1-2 bulan SEBELUM masa berbunga (fase pra-embang) untuk mempersiapkan tanaman, atau SETELAH bakal buah sudah kuat dan berukuran sebesar biji jagung. Penyemprotan pupuk daun yang mengandung unsur mikro dapat dilakukan dengan hati-hati jika diperlukan.
Q: Apakah buah duku yang rontok karena hujan bisa diselamatkan?
A: Tidak bisa. Buah yang rontok akibat faktor fisik seperti hujan deras biasanya sudah mengalami kerusakan dan tidak dapat diselamatkan. Fokus utama adalah pada pencegahan dengan menjaga kesehatan tanaman agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, dan memanen buah yang matang tepat waktu sebelum puncak musim hujan jika memungkinkan.
Q: Bagaimana membedakan kerontokan alami (thinning) dengan kerontokan masalah?
A: Kerontokan alami (natural thinning) terjadi dalam jumlah kecil (sekitar 10-30%) saat pentil masih sangat kecil. Ini adalah mekanisme alami pohon untuk menyeimbangkan beban buah yang akan dikembangkan. Kerontokan masalah terjadi secara masif, berlanjut hingga buah berukuran lebih besar, dan seringkali disertai gejala lain seperti daun menguning, bercak pada buah atau tangkai, atau tanda-tanda serangan hama/penyakit.