BKN Imbau Masyarakat Waspadai Informasi Hoaks Pendaftaran CPNS 2026

Badan Kepegawaian Negara (BKN) meminta masyarakat mewaspadai video palsu terkait informasi pendaftaran seleksi CPNS 2026.

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 26 Januari 2026, 15:00 WIB
BKN minta agar masyarakat mewaspadai hoaks informasi CPNS. (Foto:Liputan6.com/Nurseffi Dwi W)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) meminta masyarakat mewaspadai video palsu terkait informasi pendaftaran seleksi CPNS 2026. Mereka juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan video hoaks tersebut jika menemukannya.

Salah satu video yang sempat viral di Tiktok adalah yang terkait informasi yang disampaikan oleh Kepala BKN, Prof Zudan Arif. Dalam video itu Prof Zudan menyebut ada pendaftaran CPNS yang bisa diakses melalui link yang disematkan.

BKN memastikan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) atau deepfake. Rekayasa tersebut memalsukan wajah dan suara sehingga menyerupai sosok Kepala BKN Prof. Zudan. Secara teknis, video tersebut tidak memenuhi unsur rekaman autentik, baik dari sisi visual, audio, perilaku biologis wajah, konsistensi pencahayaan, maupun metadata digital.

"Seluruh informasi yang disampaikan dalam video tersebut adalah tidak benar (hoaks), dan tidak pernah diumumkan melalui kanal resmi BKN. Oleh karena itu, video tersebut tidak dapat dijadikan rujukan informasi apa pun. BKN juga menyatakan tidak bertanggung jawab atas dampak yang timbul akibat penyebarluasan maupun penyalahgunaan konten tersebut," kata Prof. Zudan dilansir laman resmi BKN.

Prof. Zudan juga mengimbau agar masyarakat waspada dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang mengatasnamakan pejabat atau institusi negara, terutama yang beredar di media sosial dan disertai tautan mencurigakan.

Masyarakat diharapkan untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi BKN, dan tidak ikut menyebarluaskan konten yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya