Top 3 Berita Bola: Benjamin Sesko Dicap Belum Cocok untuk Manchester United

Kabar soal Benjamin Sesko yang dicap belum cocok untuk kebutuhan Manchester United oleh legenda klub masuk jajaran top 3 berita bola Liputan6.com hari ini.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 25 Januari 2026, 10:00 WIB
Benjamin Sesko dicap belum cocok dengan kebutuhan Manchester United saat ini. Kabar tersebut masuk jajaran top 3 berita bola Liputan6.com selama 24 jam terakhir. (Foto AP/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 berita bola Liputan6.com selama 24 jam terakhir diwarnai kabar soal pemain Manchester United Benjamin Sesko yang belum lama ini disorot oleh legenda klub Teddy Sheringham.

Sosok yang menjadi bagian dari skuad peraih treble 1999 itu menyebut pesepak bola asal Slovenia belum cocok untuk kondisi MU saat ini.

Kendati kualitasnya tidak perlu diragukan, Sesko dinilai masih ada dalam fase belajar untuk menemukan bentuk permainan terbaiknya. Padahal Setan Merah sedang mengharapkan hasil cepat, sehingga butuh pemain yang sudah konsisten.

Sesko sendiri pertama kali direkrut oleh Man Utd pada musim panas 2025. Dia tadinya diharapkan bisa menjadi ujung tombak guna mengatasi krisis striker di Old Traffod. Sayangnya, kinerja sang pemain sejauh ini memang belum benar-benar dianggap memuaskan.

Penilaian legenda MU, yang mengatakan Benjamin Sesko belum cocok untuk kebutuhan klub saat ini, jadi salah satu berita yang diminati pembaca hingga masuk jajaran top 3 berita bola terpopuler Liputan6.com dalam 24 jam terakhir. Simak kabar populer lainnya pada halaman berikut.


1. Legenda Manchester United Sebut Benjamin Sesko Kurang Cocok Bagi Setan Merah, Ini Alasannya

Martin Zubimendi dari Arsenal, kanan, menantang Benjamin Sesko dari Manchester United dalam pertandingan Premier League antara Manchester United dan Arsenal di Stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Minggu, 17 Agustus 2025. (Foto AP/Dave Thompson)

Manchester United menaruh harapan besar pada Benjamin Sesko ketika mengucurkan dana besar untuk mendatangkannya pada musim panas 2025. Penyerang muda asal Slovenia itu diplot sebagai ujung tombak baru Setan Merah di tengah krisis striker yang tak kunjung usai.

Namun, performa Sesko sejauh ini belum sepenuhnya menjawab ekspektasi publik Old Trafford. Ia baru mencatatkan lima gol dari 19 penampilan di semua kompetisi bersama Manchester United.

Statistik tersebut membuat sorotan mengarah pada kebijakan transfer klub dalam beberapa musim terakhir. Posisi penyerang nomor sembilan kembali menjadi perdebatan, terutama karena MU membutuhkan hasil instan.

Selengkapnya


2. Siasat Chelsea Bikin Manchester United Gagal Rekrut Wonderkid Klub Kasta Kedua

Suasana di luar kandang Manchester United (MU), Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)

Chelsea membuat pusing Manchester United. Klub asal London itu memiliki siasat cerdik untuk menggagalkan rencana MU merekrut wonderkid Yisa Alao dari klub kasta kedua Liga Inggris, Sheffield United.

Pemuda 17 tahun itu laris manis diburu klub besar Premier League usai menunjukkan perkembangan fantastis di Sheffield musim ini. Alao sudah menembus tim senior di usia 17 tahun. Ia main dua kali di Championship musim ini.

Sheffield sudah berusaha merayu Alao agar meneken kontrak profesional pertamanya bersama mereka. Namun ketidakpastian di klub yang bermarkas di Hillsborough tersebut membuat Alao kemungkinan memilih cabut.

Selengkapnya


3. Penyebab AC Milan Kurang Produktif di Lini Serangnya: Tak Punya Lautaro Martinez

Penyerang Inter Milan Lautaro Martinez berebut bola dengan bek AC Milan Matteo Gabbia dalam laga pekan ke-21 Liga Italia 2022/2023 di Giuseppe Meazza, Senin dini hari WIB (6/2/2023). Inter yang bertindak sebagai tuan rumah menang tipis 1-0 atas Milan. (AP Photo/Antonio Calanni)

AC Milan masih berada di papan atas klasemen Liga Italia 2025/2026 dan jarak dengan rival sekota terbilang aman. Rossoneri kini menempati posisi kedua dengan koleksi 46 poin dari 21 pertandingan.

Milan tertinggal tiga angka dari Inter yang berada satu tingkat di atas mereka. Nerazzurri sudah mengoleksi 49 poin dan tampil lebih subur di lini depan sejauh musim berjalan.

Dari sisi produktivitas, perbedaan kedua tim cukup terasa. Inter mampu mencetak 44 gol, sementara Milan baru mengoleksi 34 gol hingga pekan ke-21.

Selengkapnya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya