Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pemalang bagian selatan pada Jumat hingga Sabtu (24/1/2026) memicu banjir bandang dan pohon tumbang di sejumlah titik. Satu orang dilaporkan tewas terseret banjir tersebut.
Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana mengatakan dampak banjir paling parah terjadi di Kecamatan Pulosari akibat meluapnya sungai Kali Soso dan Kali Penakir. Luapan air tidak hanya merusak jembatan dan rumah warga, tetapi juga memakan korban jiwa.
Advertisement
Seorang pria berinisial T, warga Dukuh Wanasari, Desa Penakir, ditemukan meninggal dunia setelah terbawa derasnya arus Kali Penakir. Jasad korban ditemukan oleh warga di kawasan jembatan Kali Penakir, wilayah Dukuh Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga, Sabtu.
"Setelah menerima laporan dari warga, tim SAR gabungan bersama Polsek dan Koramil Moga langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Muhammadiyah Rodliyah Achid Moga," ungkap Rendy dalam keterangannya, Sabtu.
Rendy mengungkapkan, bencana alam ini juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur di sejumlah kecamatan. Meliputi Kecamatan Pulosari, Belik, Moga, Watukumpul, dan Warungpring.
Di wilayah Kecamatan Belik, Watukumpul, dan Warungpring, hujan lebat mengakibatkan sejumlah pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan memutus akses jalan.
"Di antaranya di jalan raya Belik-Purbalingga, di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, kemudian di Desa Cibuyur, Kecamatan Watukumpul. Seluruh pohon tumbang tersebut telah dievakuasi oleh petugas gabungan dari Polsek, BPBD, dan instansi terkait," ucapnya.
Puluhan Warga Terdampak
Sebanyak 92 warga Desa Penakir yang terdampak langsung luapan sungai telah dievakuasi ke Kantor Kecamatan Pulosari untuk menjamin keselamatan mereka.
Kepolisian dan pihak terkait lainnya juga mendirikan posko darurat dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membersihkan material sisa banjir.
Meski cuaca mulai membaik, petugas tetap disiagakan di lokasi kejadian untuk pemantauan dan pengamanan. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan BPBD masih melakukan pendataan terkait kerugian materiil serta kerusakan rumah dan jembatan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat di bantaran sungai agar tetap waspada, serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan," ujarnya.
Reporter: Muhamad Ridlo