Banjir Bandang dan Longsor Terjang Bandung Barat, 7 Orang Meninggal dan 114 Korban Lain Hilang

Banjir bandang dan longsor menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 24 Januari 2026, 12:41 WIB
Banjir Bandang dan Longsor Terjang Bandung Barat

Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang dan longsor menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tujuh orang meninggal dunia dan sementara 114 warga lainnya masih dalam proses pencarian.

Kapolsek Cisarua A. Y. Yogaswara mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, yang diawali suara gemuruh keras terdengar warga sebelum material tanah dan lumpur meluncur dari Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.

“Saat kejadian warga mendengar suara gemuruh cukup kuat, kemudian material longsor bergerak dari arah Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda dan disertai banjir bandang,” kata Yogaswara dilansir Antara, Sabtu (24/1/2026).

Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga dilaporkan tertimbun material longsor dan lumpur, sehingga menyebabkan kerusakan berat pada permukiman di sekitar lokasi terdampak.

Berdasarkan data sementara kepolisian, sebanyak tujuh orang ditemukan meninggal dunia hingga Sabtu (24/1) pukul 12.00 WIB, sementara diduga ratusan warga lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan di lapangan.

Kendala Pencarian

Yogaswara menjelaskan proses evakuasi dan pencarian korban melibatkan personel kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, serta masyarakat setempat, yang bergotong royong membantu penanganan darurat.

Namun, upaya pencarian sempat terkendala oleh kondisi medan yang berat, material longsor yang tebal, serta cuaca yang masih berpotensi hujan di wilayah tersebut.

“Kami tetap berupaya maksimal melakukan pencarian korban dengan mengutamakan keselamatan petugas di lapangan,” ujar Yogaswara.

Ia juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk tetap waspada dan menjauhi area longsoran, mengingat masih adanya potensi bencana susulan akibat kondisi tanah yang labil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya