Doa Bersama dan Aksi Sosial Digelar untuk Warga Terdampak Bencana Sumatra

Bantuan dan aksi kemanusiaan terus mengalir untuk korban bencana Sumatra.

oleh Tim NewsDiterbitkan 22 Januari 2026, 21:30 WIB
Warga memeriksa rumah-rumah yang rusak akibat banjir di Malalak, Sumatera Barat, Indonesia, Kamis, 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)

Liputan6.com, Jakarta - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) memilih memperingati hari ulang tahunnya yang ke-7 dengan cara berbeda. Tanpa menggelar perayaan seremonial, GEKRAFS justru hadir langsung di hunian sementara (HUNTARA) untuk menggelar doa bersama dan balanjuang (tradisi makan bersama khas Minangkabau) dengan para warga di HUNTARA Limau Manis, Padang, Sumatera Barat.

Dalam kegiatan tersebut, GEKRAFS juga menggelar sejumlah rangkaian agenda yang menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari peletakan batu pertama pembangunan masjid, penyerahan simbolis berbagai bantuan dan bermain bersama anak-anak pengungsi.

Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menegaskan, peringatan HUT organisasi yang jatuh pada 22 Januari 2026 bukan hanya tentang kemeriahan, melainkan soal kebermanfaatan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

"GEKRAFS tidak ingin memperingati ulang tahun hanya dengan seremoni. Kami ingin hadir bersama masyarakat, merasakan yang mereka rasakan, dan mengambil bagian untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang baru pulih dari bencana,” ujar Kawendra.

Di samping itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat yang juga mejabat sebagai Wakil Ketua Umum Gekrafs, Vasco Ruseimy turut mengapresiasi langkah GEKRAFS yang memilih turun langsung dan menyatu dengan warga di Huntara Limau Manis

“Saya merasa Bangga sekaligus mengucapkan terima kasih atas kepedulian teman-teman GEKRAFS. Kehadiran seperti ini sangat berarti, karena bukan hanya membawa bantuan,tetapi juga membawa semangat dan harapan bagi masyarakat,” ujar Vasco.

 

Kolaborasi

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) hadir langsung di hunian sementara (HUNTARA) untuk menggelar doa bersama dan balanjuang (tradisi makan bersama khas Minangkabau) dengan para warga di HUNTARA Limau Manis, Padang, Sumatera Barat (Istimewa)

Ketua pelaksana kegiatan, Octaviani Putri Pertiwi, menyampaikan pelaksanaan rangkaian acara HUT GEKRAFS ke-7 yang berlangsung di kawasan pengungsian tersebut memiliki makna melalui identitas visual. Konsep logo ulang tahun ke-7 dirancang untuk mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus keberagaman ekosistem kreatif Indonesia.

Secara singkat, angka “7” pada logo melambangkan fase kematangan dan keberlanjutan GEKRAFS sebagai gerakan nasional. Ragam ikon di dalamnya merepresentasikan subsektor ekonomi kreatif seperti film, musik, fashion, seni rupa, fotografi, literasi, hinggainovasi digital. Sementara itu, ilustrasi jabat tangan menegaskan nilai gotong royong dansolidaritas lintas generasi, lintas sektor, dan lintas wilayah.

Dominasi warna biru mencerminkan optimisme, kepercayaan, dan visi masa depan, sedangkan aksen kuning menggambarkan kreativitas, energi, dan harapan. GEKRAFS turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan ekonomi kreatif dan para kolaborator, serta menegaskan komitmen untuk terus menguatkan ekosistem ekonomi kreatif sebagai masa depan Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya